Polres Manggarai Amankan Perbaikan Jembatan Wae Pesi, Pastikan Jalur Reo–Ruteng Tetap Aman dan Kondusif
tribratanewsmanggarai.com_
Manggarai, 4 Oktober 2026 — Jajaran Polres Manggarai melalui personel Bhabinkamtibmas dan anggota Polsek Reo serta Polsek Cibal melaksanakan pengamanan kegiatan perbaikan Jembatan Wae Pesi yang berada di Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Sabtu malam hingga Minggu pagi, 3–4 Oktober 2026.
Kegiatan pengamanan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan Kepolisian dalam rangka memastikan proses perbaikan jembatan dapat berjalan dengan aman dan lancar, sekaligus menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat yang menggunakan jalur transportasi Reo–Ruteng.
Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan pengamanan tersebut yakni Bhabinkamtibmas Kecamatan Reok Aiptu Syamsul Rizal dan Aipda Ruslin, Bhabinkamtibmas Kecamatan Cibal Aipda Albertus Rahmat, Kanit Intel Polsek Reo Aipda Oktaf Aktif Saidina, Kanit SPKT II Polsek Cibal Aipda Oktavianus Lero, Kanit Samapta Polsek Cibal Aipda Albert T. Sanam, Kanit Propam Polsek Cibal Aipda Thedy Wawo, serta anggota Reskrim Polsek Cibal Bripda Budiman.
Pengamanan berlangsung mulai Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 22.00 WITA hingga Minggu, 4 Oktober 2026, dan direncanakan berakhir pada pukul 05.00 WITA.
Lokasi kegiatan berada di Jembatan Wae Pesi, Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, yang merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan wilayah Kecamatan Reok menuju Kecamatan Cibal dan selanjutnya ke Ruteng.
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas permintaan Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi NTT, dalam rangka mendukung proses pekerjaan perbaikan Jembatan Wae Pesi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas di lokasi, kondisi jembatan tersebut mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Kerusakan tersebut membutuhkan penanganan dan perbaikan segera mengingat jembatan tersebut merupakan bagian dari jalur utama transportasi yang menghubungkan Reo–Ruteng.
Jalur tersebut memiliki peranan penting bagi mobilitas masyarakat serta distribusi berbagai kebutuhan dan logistik. Oleh karena itu, proses perbaikan jembatan perlu mendapatkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar pekerjaan dapat berlangsung secara aman tanpa menimbulkan risiko bagi para pekerja maupun masyarakat pengguna jalan.
Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Kepolisian melakukan sejumlah langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Petugas mengatur kendaraan yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan serta memberikan informasi kepada masyarakat terkait adanya aktivitas perbaikan jembatan.
Untuk menjamin keselamatan pekerja dan pengguna jalan, petugas melakukan penghentian sementara terhadap kendaraan yang datang dari arah Reo menuju Ruteng maupun sebaliknya pada saat pekerjaan membutuhkan kondisi jalur yang steril.
Petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat yang hendak melintas, baik pengendara kendaraan maupun pejalan kaki, agar memahami kondisi di lokasi dan mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Pengaturan tersebut dilakukan secara situasional dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat pengguna jalan. Personel Kepolisian berupaya memberikan pelayanan dan penjelasan kepada masyarakat sehingga aktivitas perbaikan dapat berlangsung tanpa menimbulkan kesalahpahaman maupun gangguan kamtibmas.
Kehadiran personel Polri di lokasi juga merupakan bentuk sinergi antara Kepolisian dengan instansi pemerintah serta pihak pelaksana pekerjaan, khususnya dalam mendukung percepatan penanganan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Pihak pekerja dari PT Brantas Abipraya bersama unsur BPK PU menjadi sasaran pengamanan dalam kegiatan tersebut. Selama kegiatan berlangsung, personel Kepolisian terus melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun hambatan terhadap proses pekerjaan.
Dari hasil pelaksanaan kegiatan, masyarakat yang hendak melintas dapat memahami kondisi di lapangan dan mematuhi arahan yang diberikan oleh petugas. Hal tersebut menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara masyarakat, petugas Kepolisian, serta pihak pelaksana pekerjaan.
Pihak PU juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran personel Kepolisian yang membantu melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas selama proses perbaikan Jembatan Wae Pesi berlangsung.
Pengamanan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan perbaikan jembatan sehingga infrastruktur tersebut dapat segera digunakan secara optimal oleh masyarakat. Mengingat jalur Reo–Ruteng merupakan jalur penting bagi aktivitas masyarakat dan distribusi logistik, percepatan perbaikan menjadi hal yang sangat diperlukan.
Polres Manggarai juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menggunakan jalur tersebut agar senantiasa berhati-hati, memperhatikan rambu atau tanda pengamanan di sekitar lokasi pekerjaan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Masyarakat juga diharapkan dapat memahami bahwa penghentian kendaraan secara sementara dilakukan demi keselamatan bersama dan untuk memberikan ruang bagi para pekerja dalam melaksanakan pekerjaan perbaikan jembatan.
Hingga kegiatan pengamanan berlangsung, situasi di sekitar Jembatan Wae Pesi terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan masih berlangsung dan personel Kepolisian tetap berada di lokasi untuk memastikan keamanan serta kelancaran proses pekerjaan.
Polres Manggarai menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk dalam mendukung proses pemulihan dan perbaikan infrastruktur pascabencana. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendukung instansi terkait dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi kepentingan bersama.
Dengan adanya pengamanan dan pengaturan lalu lintas tersebut, proses perbaikan Jembatan Wae Pesi dapat berjalan dengan aman dan tertib, sementara situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Manggarai, khususnya wilayah Polsek Cibal dan Kecamatan Reok, tetap terjaga dalam keadaan aman dan kondusif.
Kegiatan pengamanan direncanakan berakhir pada pukul 05.00 WITA, dengan personel tetap melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.(Alvzz)


