KAPOLRES MANGGARAI HADIRI RITUAL ADAT “WEE MBARU” GENDANG PITAK, WUJUD PENGHORMATAN POLRI TERHADAP BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL

KAPOLRES MANGGARAI HADIRI RITUAL ADAT “WEE MBARU” GENDANG PITAK, WUJUD PENGHORMATAN POLRI TERHADAP BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
KAPOLRES MANGGARAI HADIRI RITUAL ADAT “WEE MBARU” GENDANG PITAK, WUJUD PENGHORMATAN POLRI TERHADAP BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
KAPOLRES MANGGARAI HADIRI RITUAL ADAT “WEE MBARU” GENDANG PITAK, WUJUD PENGHORMATAN POLRI TERHADAP BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL

tribratanewsmanggarai.com-

 

Manggarai – Komitmen Polri dalam menghormati dan melestarikan budaya serta kearifan lokal kembali ditunjukkan oleh Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., dengan menghadiri Ritual Adat “Wee Mbaru” atau Peresmian Rumah Adat Gendang Pitak di Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Minggu (28/6/2026) malam.

Kehadiran Kapolres Manggarai dalam prosesi adat tersebut merupakan bentuk penghormatan Polri terhadap nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Manggarai. Selain menjadi simbol pelestarian budaya, kegiatan ini juga mempererat hubungan kemitraan antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A., Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Manggarai I.G.N. Agung Try P.P., S.H., Asisten II Setda Kabupaten Manggarai Petrus C. Manggut, S.Sos., serta masyarakat adat Gendang Pitak.

Ritual Adat “Wee Mbaru” merupakan tradisi sakral masyarakat Manggarai sebagai ungkapan syukur atas rampungnya pembangunan rumah adat atau rumah gendang yang menjadi pusat kehidupan adat, musyawarah, serta pelaksanaan berbagai ritual budaya dalam satu kesatuan masyarakat adat.

Sebelum memasuki rumah adat yang baru, Bupati Manggarai, Kapolres Manggarai, dan seluruh tamu kehormatan disambut secara adat oleh para tua adat Gendang Pitak. Prosesi penyambutan tersebut mencerminkan penghormatan kepada tamu sekaligus menjadi bagian penting dalam rangkaian ritual adat yang sarat dengan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Dalam prosesi ritual, berbagai persembahan adat dipanjatkan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui warisan tradisi leluhur, sekaligus memohon perlindungan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat adat Gendang Pitak. Rumah adat yang telah diresmikan diharapkan menjadi simbol persatuan, identitas budaya, dan tempat memperkuat nilai-nilai kebersamaan antargenerasi.

Sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur, seluruh tamu undangan bersama masyarakat adat menikmati santap malam bersama dalam suasana penuh keakraban, kekeluargaan, dan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas budaya Manggarai.

Kapolres Manggarai menyampaikan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang hidup dalam masyarakat adat seperti gotong royong, musyawarah, persatuan, dan saling menghormati merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Polri akan terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah, dalam menjaga kelestarian budaya serta memperkuat persatuan masyarakat. Budaya dan kearifan lokal adalah kekuatan bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ungkap Kapolres.

Melalui kehadiran dalam Ritual Adat Wee Mbaru Gendang Pitak, Polres Manggarai menegaskan komitmennya untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis, menghormati nilai-nilai adat, serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Manggarai yang aman, damai, harmonis, dan tetap berakar pada budaya serta kearifan lokal. (SN)

#Polri untuk masyarakat
#Polda NTT Penuh kasih