POLRES MANGGARAI TERUS LAKUKAN TRAUMA HEALING, BANTU PEMULIHAN PSIKOLOGIS ANAK-ANAK PENYINTAS GEMPA M 7,7

POLRES MANGGARAI TERUS LAKUKAN TRAUMA HEALING, BANTU PEMULIHAN PSIKOLOGIS ANAK-ANAK PENYINTAS GEMPA M 7,7
POLRES MANGGARAI TERUS LAKUKAN TRAUMA HEALING, BANTU PEMULIHAN PSIKOLOGIS ANAK-ANAK PENYINTAS GEMPA M 7,7

tribratanewsmanggarai.com-

 

Manggarai – Pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Polres Manggarai terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak, tidak hanya melalui penyaluran bantuan logistik dan pengamanan, tetapi juga dengan memberikan pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing.

Kegiatan trauma healing secara berkelanjutan dilaksanakan oleh personel Konselor/Terapis Polres Manggarai bersama Konselor/Terapis Polda NTB di sejumlah wilayah terdampak gempa, khususnya bagi anak-anak dan warga yang masih berada di lokasi pengungsian.

Terbaru, pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 09.00 hingga 14.00 WITA, kegiatan trauma healing dilaksanakan di Tempode, Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Kegiatan tersebut melibatkan tiga personel Konselor Polres Manggarai dan tiga personel Konselor Polda NTB.

Dalam kegiatan tersebut, para konselor memberikan pendampingan kepada warga dan anak-anak penyintas bencana sebagai upaya memberikan rasa aman, dukungan psikologis, serta membantu mengurangi kecemasan dan dampak trauma pascabencana. Selain pendampingan, warga penyintas juga menerima bantuan berupa 10 paket sembako dan makanan ringan.

Kegiatan serupa sebelumnya juga dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 13.00 WITA hingga selesai, di Kampung Golo Langkok dan Kampung Compang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres Manggarai Kompol Mei Charles Sitepu, S.H., bersama Konselor/Terapis Polres Manggarai. Selain memberikan trauma healing kepada warga dan anak-anak penyintas, tim juga menyerahkan 120 paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa.

Sementara itu, pada Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 10.00 WITA hingga selesai, kegiatan trauma healing dilaksanakan di Kampung Bone Wangka dan Kampung Motor Pecah, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Kegiatan tersebut melibatkan tiga Konselor/Terapis Polres Manggarai dan tiga Konselor/Terapis Polda NTB. Sebanyak 20 kepala keluarga penyintas menerima bantuan berupa 20 paket sembako, sekaligus mendapatkan pendampingan psikologis untuk membantu proses pemulihan pascabencana.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., melalui jajaran terkait, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat terdampak bencana tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan dan pemulihan kondisi psikologis masyarakat.

“Polres Manggarai akan terus hadir di tengah masyarakat terdampak gempa. Trauma healing akan dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah terdampak, terutama di pos-pos pengungsian, dengan perhatian khusus kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan untuk memulihkan kondisi mental dan psikologisnya,” ungkapnya.

Dalam setiap kegiatan, personel Polres Manggarai juga berdialog langsung dengan para pengungsi, mendengarkan keluhan, kebutuhan, serta harapan masyarakat. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap persoalan yang dihadapi penyintas dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kemampuan dan kewenangan Polri.

Selain trauma healing, Polres Manggarai juga terus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui penyaluran bantuan makanan, minuman, sembako dan kebutuhan lainnya kepada warga terdampak gempa.

“Polri akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi pascabencana ini. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman, tenang dan menguatkan semangat masyarakat untuk bangkit,” tambahnya.

Polres Manggarai mengajak seluruh masyarakat untuk tetap saling menguatkan, menjaga kebersamaan serta senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar situasi bencana segera berlalu dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang namun selalu waspada, mengikuti informasi dan arahan dari petugas, serta menghindari tempat-tempat yang dinilai berbahaya saat beraktivitas di tengah kondisi pascagempa.

Polres Manggarai terus hadir, melayani dan mengayomi. Bersama masyarakat, bangkit dan pulih pascabencana.(SN)

#Polda NTT Penuh Kasih