Polres Manggarai Terus Perbarui Data Korban dan Kerusakan Gempa, Pastikan Informasi Akurat Cegah Hoaks
tribratanewsmanggarai.com-
Ruteng, Manggarai – Polres Manggarai terus melakukan pendataan dan pemutakhiran informasi terkait dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Manggarai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan korban, kerusakan fasilitas, maupun kondisi pengungsi dapat terdata secara akurat sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar atau hoaks di tengah masyarakat.
Hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 19.30 WITA, data sementara menunjukkan jumlah korban terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai sebanyak 145 orang, terdiri dari 26 orang meninggal dunia, 31 orang mengalami luka berat, dan 88 orang mengalami luka ringan.
Jumlah korban meninggal dunia tersebut mengalami penambahan satu orang dibandingkan data sebelumnya. Polres Manggarai menegaskan bahwa data korban masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil verifikasi serta laporan dari petugas di lapangan.
Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia tercatat di sejumlah wilayah, yakni 3 orang di RSUD Ruteng, 2 orang di Kecamatan Langke Rembong, 13 orang di Kecamatan Reok, 4 orang di Kecamatan Reok Barat, 3 orang di Kecamatan Cibal, dan 1 orang di Kecamatan Cibal Barat.
Polres Manggarai juga terus melakukan pendataan terhadap kerusakan fasilitas akibat gempa. Hingga saat ini, total kerusakan tercatat sebanyak 2.081 fasilitas, meningkat dari data sebelumnya sebanyak 1.034 fasilitas.
Kerusakan tersebut meliputi 10 fasilitas pemerintah, 52 fasilitas pendidikan, 9 fasilitas umum, 3 tempat ibadah, 1.983 fasilitas masyarakat, serta 39 fasilitas kesehatan dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan, sedang hingga berat.
Untuk mendukung penanganan korban, saat ini telah tersedia 16 posko yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai. Posko tersebut antara lain Posko Induk BPBD, Posko RSUD Ruteng, Posko RS St. Rafael Cancar, Posko Kecamatan Cibal, sejumlah posko di Kecamatan Reok, posko di Kecamatan Wae Rii, Cibal Barat, Lelak, serta lokasi lainnya.
Di seluruh posko tersebut, telah didistribusikan berbagai kebutuhan bagi masyarakat terdampak, berupa tenda, terpal, genset, sembako, makanan dan minuman bagi pengungsi, serta bantuan pelayanan kesehatan.
Dalam penanganan bencana, kekuatan personel yang terlibat terdiri dari 100 personel Polri, 31 personel TNI, 20 personel Brimob, dan 5 personel Basarnas yang terus bersinergi dalam proses evakuasi, pengamanan, pelayanan masyarakat dan penanganan para pengungsi.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., melalui jajaran Polres Manggarai menegaskan bahwa seluruh personel tetap berada di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak, melakukan evakuasi korban, memberikan pelayanan di posko pengungsian serta melaksanakan patroli guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di tengah situasi pascagempa.
“Data yang disampaikan kepada masyarakat harus benar-benar berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi di lapangan. Karena itu, setiap perkembangan akan terus kami perbarui secara berkala. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sehingga tidak menimbulkan kepanikan dan keresahan baru,” demikian penegasan jajaran Polres Manggarai.
Polres Manggarai mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan foto, video maupun informasi mengenai korban dan kerusakan yang belum diketahui sumber serta kebenarannya.
Polres Manggarai berkomitmen memastikan penanganan pascagempa berjalan secara cepat, terkoordinasi dan humanis, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta penyampaian informasi yang akurat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.(SN)
# Polda NTT Penuh Kasih


