KAPOLRES MANGGARAI AKBP LEVI DEFRIANSYAH GELORAKAN NILAI-NILAI TRI BRATA DAN CATUR PRASETYA, BANGUN ETOS KERJA DAN CEGAH PELANGGARAN PERSONEL
tribratanewsmanggarai.com-
RUTENG, MANGGARAI – Komitmen membangun institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat terus diperkuat oleh Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si. Melalui apel jam pimpinan yang diikuti oleh seluruh pejabat utama, personel, serta ASN Polres Manggarai, Kapolres kembali menggelorakan nilai-nilai luhur Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai pedoman moral sekaligus landasan utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Dalam arahannya, AKBP Levi Defriansyah menegaskan bahwa Tri Brata dan Catur Prasetya tidak boleh sekadar menjadi hafalan rutin saat upacara, melainkan harus dihayati dan diimplementasikan secara mendalam dalam setiap tindakan, perilaku, serta pengabdian kepada masyarakat. Penghayatan yang berkesinambungan terhadap nilai-nilai mendasar tersebut diyakini menjadi kunci utama dalam membangun etos kerja yang tinggi, menegakkan disiplin, dan mencegah berbagai bentuk pelanggaran anggota yang dapat mencederai citra institusi.
“Tri Brata dan Catur Prasetya merupakan kompas moral bagi setiap insan Bhayangkara. Jadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman hidup dan kerja dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mampu menjaga kehormatan institusi,” tegas AKBP Levi Defriansyah.
Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengedepankan sikap yang humanis, responsif, transparan, dan bertanggung jawab. Profesionalisme jajaran kepolisian harus berjalan selaras dengan integritas personal, sehingga setiap langkah penegakan hukum maupun pengayoman masyarakat dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, etika, dan moral.
Sebagai langkah nyata dalam mitigasi pelanggaran, Kapolres menginstruksikan kepada seluruh Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, serta pengawas internal untuk meningkatkan pengawasan melekat (waskat) dan pembinaan secara berjenjang. Langkah preventif ini krusial untuk mengantisipasi potensi pelanggaran disiplin, kode etik profesi, maupun tindak pidana yang berpotensi merugikan institusi dan menurunkan tingkat kepercayaan publik.
Menurut Kapolres, pembentukan budaya kerja yang disiplin dan akuntabel harus diawali dari keteladanan para pimpinan di setiap tingkatan, penguatan pembinaan mental rohani, serta evaluasi kinerja secara berkala di lapangan.
Setiap anggota Polri diharapkan tidak hanya memahami makna yang terkandung di dalam Tri Brata dan Catur Prasetya secara konseptual, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam sikap, tutur kata, dan tindakan sehari-hari—baik dalam lingkungan keluarga, kedinasan, maupun di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.
Dengan mengusung semangat pengabdian yang berlandaskan Tri Brata dan Catur Prasetya, Polres Manggarai berkomitmen penuh untuk mewujudkan sosok Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibiltas, Transparansi Berkeadilan), modern, dan terpercaya demi terciptanya kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Manggarai. (SN)
#Polda NTT Penuh kasih


