Polres Manggarai Berikan Trauma Healing kepada 115 Anak Penyintas Gempa Bumi dalam Operasi Aman Nusa II Turangga 2026
tribratanewsmanggarai.com_
MANGGARAI – Kepolisian Resor (Polres) Manggarai melalui personel Konselor dan Bhabinkamtibmas terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi. Dalam rangka pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Turangga 2026, Polres Manggarai melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas bencana alam gempa bumi di wilayah Desa Lentang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, Senin (7/9/2026).
Kegiatan trauma healing tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, dengan mengambil lokasi di SDI Watu Weri dan SMPN 2 Lelak, Desa Lentang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai. Kegiatan ini menyasar kurang lebih 115 anak penyintas korban bencana alam gempa bumi yang berada di lingkungan sekolah tersebut.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Polres Manggarai mengerahkan sebanyak 15 personel Konselor dan 3 personel Bhabinkamtibmas. Kehadiran para personel tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan dukungan psikologis kepada anak-anak yang mengalami dampak emosional akibat bencana alam.
Bencana alam tidak hanya dapat menimbulkan kerugian secara fisik, tetapi juga dapat memberikan dampak psikologis, terutama bagi anak-anak. Rasa takut, cemas, khawatir, hingga perubahan suasana hati dapat dirasakan oleh anak-anak setelah mengalami situasi bencana. Karena itu, pendampingan psikologis menjadi salah satu hal penting dalam proses pemulihan para penyintas, khususnya kelompok anak-anak.
Melalui kegiatan trauma healing tersebut, personel Konselor Polres Manggarai berupaya menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak penyintas. Kegiatan tidak dilakukan dalam suasana formal, melainkan dikemas melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan interaktif sehingga anak-anak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan lebih rileks.
Suasana ceria dan penuh kebersamaan terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Anak-anak diajak untuk berinteraksi dan mengikuti berbagai aktivitas yang bertujuan membantu mereka mengurangi rasa cemas serta mengalihkan perhatian dari pengalaman traumatis yang mereka alami akibat bencana gempa bumi.
Pendekatan yang dilakukan juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk kembali merasakan suasana aman dan nyaman. Dengan adanya interaksi positif bersama para personel Konselor dan Bhabinkamtibmas, anak-anak diharapkan dapat memperoleh dukungan emosional serta kembali membangun rasa percaya diri setelah menghadapi situasi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, personel Bhabinkamtibmas juga turut berperan dalam mendampingi pelaksanaan kegiatan di tengah lingkungan masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya masyarakat yang terdampak bencana.
Kegiatan trauma healing tersebut juga mendapat dukungan dari pihak sekolah. Bapak dan Ibu Guru dari SDI Watu Weri dan SMPN 2 Lelak turut hadir dan mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Dukungan dari para guru dinilai penting karena para guru merupakan pihak yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan anak-anak di lingkungan pendidikan.
Dengan adanya keterlibatan guru, pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung dalam suasana yang lebih akrab dan nyaman. Para guru turut memberikan pendampingan dan dukungan kepada anak-anak sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Selain menjadi sarana pemulihan psikologis, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi personel Polres Manggarai untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana. Kehadiran Polri diharapkan dapat memberikan rasa aman dan menunjukkan bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak menghadapi kondisi tersebut seorang diri.
Trauma healing juga menjadi salah satu bentuk kepedulian Polres Manggarai terhadap kondisi anak-anak penyintas. Melalui pendekatan yang humanis dan persuasif, personel berusaha memberikan perhatian kepada anak-anak agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.
Sekitar 115 anak yang menjadi sasaran kegiatan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti aktivitas bersama dalam suasana yang ceria. Interaksi yang dibangun selama kegiatan diharapkan dapat membantu menciptakan kembali rasa nyaman bagi anak-anak setelah sebelumnya menghadapi situasi yang dapat menimbulkan ketakutan dan kecemasan akibat bencana gempa bumi.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi psikologis para penyintas. Anak-anak sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian khusus perlu mendapatkan dukungan agar pengalaman bencana tidak memberikan dampak psikologis yang berkepanjangan.
Polres Manggarai melalui pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Turangga 2026 berupaya memberikan kontribusi dalam proses pemulihan masyarakat terdampak bencana, salah satunya melalui kegiatan pendampingan psikologis dan trauma healing.
Dalam kegiatan tersebut, para personel tidak hanya menjalankan tugas sebagai anggota Kepolisian, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan emosional kepada para penyintas. Pendekatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan Polri yang mengedepankan sisi kemanusiaan dalam penanganan situasi pascabencana.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan penuh kebersamaan. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan suasana yang lebih ceria dan antusias. Kehadiran personel Polres Manggarai bersama para guru memberikan suasana pendampingan yang hangat selama kegiatan berlangsung.
Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada anak-anak penyintas, pada akhir kegiatan juga dilaksanakan pembagian snack kepada para peserta. Pemberian snack tersebut tidak hanya menjadi bentuk perhatian kepada anak-anak, tetapi juga turut menambah keceriaan dan semangat mereka setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan trauma healing.
Kegiatan kemudian berakhir dengan tertib dan lancar. Tidak terdapat kendala yang mengganggu jalannya seluruh rangkaian kegiatan. Personel yang terlibat tetap melaksanakan pendampingan hingga kegiatan selesai guna memastikan anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.
Melalui kegiatan trauma healing ini, Polres Manggarai kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi, termasuk ketika masyarakat menghadapi bencana alam. Kehadiran personel Konselor dan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi proses pemulihan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang menjadi penyintas.
Pelaksanaan trauma healing bagi sekitar 115 anak penyintas di SDI Watu Weri dan SMPN 2 Lelak tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Polres Manggarai dalam mendukung pemulihan pascabencana. Dukungan psikologis yang diberikan diharapkan mampu membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan kecemasan, membangun kembali semangat, serta kembali menjalani kegiatan belajar dan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, pihak sekolah, dan masyarakat dalam memberikan perlindungan serta pendampingan kepada anak-anak penyintas bencana. Dengan adanya kerja sama dan kepedulian bersama, proses pemulihan pascabencana diharapkan dapat berjalan secara bertahap dan memberikan dampak positif bagi para penyintas.
Polres Manggarai akan terus berupaya memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan di lapangan sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Turangga 2026. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman, ketenangan, serta dukungan bagi masyarakat dalam melewati masa pemulihan setelah bencana.
Kegiatan trauma healing yang dilaksanakan di SDI Watu Weri dan SMPN 2 Lelak ini pun menjadi gambaran bahwa dalam situasi bencana, perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak merupakan bagian penting dari proses pemulihan. Dengan suasana yang penuh kebersamaan, perhatian, dan dukungan, anak-anak diharapkan dapat kembali menatap masa depan dengan lebih optimistis dan melanjutkan aktivitas pendidikan dengan semangat.
Seluruh rangkaian kegiatan trauma healing dalam rangka Operasi Aman Nusa II Turangga 2026 di wilayah hukum Polres Manggarai tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.(Alvzz)


