Polres Manggarai Hadir Pulihkan Trauma Anak Penyintas Gempa Bumi Melalui Trauma Healing di Kampung Nunang
tribratanewsmanggarai.com_
Manggarai, 2 September 2026 — Kepolisian Resor Manggarai terus menunjukkan kepedulian dan kehadirannya di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam. Dalam rangka Operasi Aman Nusa II Turangga 2026, Polres Manggarai melalui personel Konselor melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas bencana alam gempa bumi di Kampung Nunang, Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WITA tersebut melibatkan sebanyak 15 personel Konselor Polres Manggarai dengan sasaran kurang lebih 25 anak penyintas bencana alam gempa bumi yang berada di wilayah tersebut.
Kehadiran personel Konselor Polres Manggarai tidak hanya ditujukan untuk memberikan rasa aman secara fisik, tetapi juga sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis dan emosional anak-anak yang mengalami dampak dari bencana alam. Pasalnya, pengalaman menghadapi bencana dapat meninggalkan rasa takut, cemas, khawatir, maupun tekanan emosional, khususnya bagi anak-anak.
Melalui kegiatan trauma healing, para personel Konselor berupaya menciptakan suasana yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak penyintas. Pendekatan yang dilakukan diarahkan untuk membangun kembali rasa percaya diri serta membantu anak-anak melewati pengalaman traumatis yang mungkin mereka alami setelah bencana gempa bumi.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan mengekspresikan perasaan mereka dalam suasana yang lebih santai. Para konselor memberikan perhatian dan pendampingan secara humanis sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan penuh antusias.
Kehadiran polisi di tengah para penyintas diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan psikologis sekaligus menumbuhkan kembali rasa aman bagi masyarakat yang terdampak bencana. Terlebih bagi anak-anak, perhatian dan pendampingan dari orang-orang di sekitarnya sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan setelah mengalami kejadian yang menimbulkan ketakutan dan tekanan emosional.
Bentuk Kepedulian Polri kepada Penyintas Bencana
Kegiatan trauma healing ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polres Manggarai terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi pascabencana. Penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek evakuasi, keselamatan, kebutuhan dasar, dan pemulihan sarana prasarana, tetapi juga mencakup pemulihan kondisi psikologis masyarakat yang terdampak.
Dalam konteks tersebut, keberadaan personel Konselor Polres Manggarai memiliki peran penting untuk membantu memberikan pendampingan kepada para penyintas, khususnya kelompok anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Melalui pendekatan yang persuasif dan humanis, para konselor berupaya membangun suasana yang positif sehingga anak-anak tidak terus larut dalam rasa takut akibat pengalaman bencana yang telah mereka alami.
Trauma healing juga menjadi sarana untuk mengembalikan semangat dan keceriaan anak-anak. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, anak-anak diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara bertahap dan mampu beradaptasi dengan kondisi pascabencana.
Anak-Anak Penyintas Mengikuti Kegiatan dengan Antusias
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak penyintas mengikuti rangkaian trauma healing dengan baik. Interaksi antara personel Konselor Polres Manggarai dan anak-anak berlangsung dalam suasana penuh keakraban.
Para personel memberikan pendampingan dengan mengedepankan pendekatan yang ramah terhadap anak. Hal tersebut dilakukan agar anak-anak merasa nyaman untuk berkomunikasi dan mengikuti kegiatan tanpa merasa tertekan.
Suasana yang awalnya masih diwarnai oleh pengalaman dan situasi pascabencana perlahan diarahkan menjadi suasana yang lebih ceria dan penuh semangat. Kehadiran para konselor menjadi bentuk dukungan nyata bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa peran Polri dalam penanganan bencana bersifat menyeluruh, mulai dari aspek keamanan dan ketertiban hingga memberikan dukungan sosial dan psikologis kepada masyarakat.
Diakhiri dengan Pemberian Snack
Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada anak-anak penyintas, rangkaian kegiatan trauma healing kemudian diakhiri dengan pemberian snack kepada para peserta.
Pemberian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun suasana kebersamaan antara personel Polres Manggarai dengan anak-anak penyintas. Momen tersebut juga diharapkan dapat memberikan kebahagiaan sederhana kepada anak-anak di tengah kondisi yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.
Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
Polri Hadir di Tengah Masyarakat
Melalui pelaksanaan kegiatan trauma healing tersebut, Polres Manggarai kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana alam.
Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan ketenangan, kepedulian, serta dukungan bagi para penyintas dalam menjalani proses pemulihan.
Khusus bagi anak-anak, pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam membantu mereka menghadapi pengalaman bencana. Dengan dukungan dari keluarga, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
Kegiatan trauma healing yang dilaksanakan oleh 15 personel Konselor Polres Manggarai tersebut menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Turangga 2026, sekaligus bentuk pengabdian Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana.
Polres Manggarai akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai dengan tugas dan kewenangannya dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascabencana, dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, responsif, dan penuh kepedulian.
Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak penyintas bencana alam gempa bumi di Kampung Nunang dapat kembali memperoleh rasa aman, membangun kepercayaan diri, serta perlahan memulihkan kondisi emosional mereka sehingga dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.(Alvzz)


