Polres Manggarai Dekap Anak-anak Penyintas Gempa dengan Trauma Healing Penuh Keceriaan
tribratanewsmanggarai.com_
Ruteng, Jumat, 28 Agustus 2026 — Polres Manggarai kembali menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat terdampak bencana alam gempa bumi melalui kegiatan trauma healing kepada anak-anak penyintas. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Operasi Aman Nusa II Turangga 2026, bertempat di Posko SDI Konggang, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.
Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WITA hingga selesai dan melibatkan sebanyak 15 personel Konselor Polres Manggarai. Kehadiran para personel konselor merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis anak-anak yang masih berada dalam situasi pemulihan pascabencana.
Sebanyak kurang lebih 105 anak penyintas bencana alam gempa bumi menjadi sasaran kegiatan trauma healing. Dalam pelaksanaannya, personel Polres Manggarai hadir secara langsung untuk memberikan pendampingan, menghibur, sekaligus membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan kecemasan yang mungkin masih mereka rasakan setelah mengalami bencana.
Kegiatan trauma healing dikemas dengan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif yang disesuaikan dengan karakter anak-anak. Para personel konselor berinteraksi secara langsung dengan penuh keakraban, menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak-anak dapat merasa lebih nyaman dan bebas mengekspresikan diri.
Kehadiran polisi di tengah anak-anak penyintas tidak hanya memberikan pendampingan psikologis, tetapi juga menjadi upaya untuk membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri mereka. Personel Polri berusaha menciptakan suasana yang penuh keceriaan sehingga anak-anak dapat sejenak melupakan pengalaman sulit yang mereka alami akibat bencana.
Sepanjang kegiatan, anak-anak terlihat mengikuti berbagai aktivitas dengan antusias. Suasana yang sebelumnya berada dalam konteks posko pengungsian berubah menjadi lebih ceria dan penuh kebersamaan. Interaksi antara anak-anak dengan personel Polri juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan emosional serta memberikan dukungan moril kepada para penyintas.
Bagi Polres Manggarai, pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga menyangkut kondisi psikologis, khususnya anak-anak. Pengalaman menghadapi gempa bumi dapat memberikan dampak emosional sehingga diperlukan pendampingan agar anak-anak dapat secara perlahan kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman dan percaya diri.
Melalui kegiatan trauma healing ini, Polri berupaya hadir bukan hanya sebagai aparat yang bertugas menjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat bagi anak-anak penyintas. Pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian diharapkan dapat membantu menciptakan suasana positif di lingkungan pengungsian.
Kehadiran 15 personel Konselor Polres Manggarai juga menunjukkan keseriusan Polri dalam memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat terdampak bencana. Personel turun langsung ke lokasi untuk berinteraksi dengan anak-anak, mendengarkan, mendampingi, dan memberikan semangat agar mereka tetap kuat menghadapi masa pemulihan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana ceria, interaktif, dan penuh kebersamaan. Anak-anak diberikan ruang untuk bermain, berinteraksi, dan mengikuti berbagai kegiatan secara bersama-sama. Momen tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan emosional sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri para penyintas.
Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian, seluruh rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan pemberian snack atau makanan ringan kepada kurang lebih 105 anak yang mengikuti kegiatan. Pemberian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak di tengah kondisi mereka yang masih berada dalam situasi pascabencana.
Kegiatan trauma healing dalam rangka Operasi Aman Nusa II Turangga 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri dalam penanganan dampak bencana. Polres Manggarai terus berupaya memberikan pelayanan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pengamanan wilayah dan posko, tetapi juga melalui dukungan kemanusiaan dan pendampingan psikologis.
Kehadiran personel Polri di Posko SDI Konggang diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada anak-anak maupun masyarakat yang berada di lokasi pengungsian. Polisi hadir untuk memastikan para penyintas mendapatkan perhatian serta dukungan selama menjalani proses pemulihan.
Melalui kegiatan ini, Polres Manggarai kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir bersama masyarakat dalam berbagai situasi, terlebih ketika masyarakat sedang menghadapi musibah. Polri berupaya hadir dengan pendekatan yang humanis, memberikan perlindungan, pelayanan, serta dukungan nyata bagi warga yang terdampak bencana.
Trauma healing ini bukan sekadar kegiatan bermain bersama anak-anak, tetapi menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk membantu mereka kembali menemukan rasa aman, keceriaan dan harapan setelah mengalami bencana alam.
Polres Manggarai akan terus hadir di tengah masyarakat, mendampingi para penyintas, membantu proses pemulihan, serta memberikan pelayanan terbaik dengan semangat Presisi.
Polri hadir untuk masyarakat, hadir di tengah kesulitan, dan hadir untuk membantu masyarakat bangkit kembali.(Alvzz)


