Hadir dan Peduli, Polres Manggarai Ciptakan Keceriaan bagi Anak-Anak Penyintas Gempa

Hadir dan Peduli, Polres Manggarai Ciptakan Keceriaan bagi Anak-Anak Penyintas Gempa
Hadir dan Peduli, Polres Manggarai Ciptakan Keceriaan bagi Anak-Anak Penyintas Gempa

tribratanewsmanggarai.com_

Ruteng, Minggu 23 Agustus 2026 — Kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam kembali diwujudkan Polres Manggarai melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas gempa bumi di lokasi pengungsian Desa Golomendo, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (23/8/2026) mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Manggarai dalam memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi salah satu kelompok paling rentan mengalami tekanan psikologis setelah bencana.

Kegiatan trauma healing dilaksanakan oleh Wakapolres Manggarai bersama personel Polres Manggarai. Para personel hadir langsung di tengah-tengah anak-anak pengungsi untuk memberikan hiburan, perhatian, motivasi, serta membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri mereka setelah mengalami peristiwa gempa bumi.

Setibanya di lokasi pengungsian, personel Polri tidak hanya melaksanakan kegiatan secara formal, tetapi berusaha membangun kedekatan dengan anak-anak melalui pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan. Senyum, sapaan, serta komunikasi yang hangat menjadi bagian dari cara personel menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak.

Anak-anak kemudian diajak mengikuti berbagai aktivitas yang menyenangkan, mulai dari bernyanyi bersama, melakukan gerakan dan joget bersama, hingga mengikuti kuis serta permainan tebak-tebakan. Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif agar anak-anak dapat terlibat secara aktif dan memiliki ruang untuk mengekspresikan diri.

Suasana di lokasi pengungsian yang sebelumnya identik dengan kondisi darurat dan kekhawatiran berubah menjadi lebih ceria. Tawa dan antusiasme anak-anak terlihat ketika mereka mengikuti permainan bersama personel Polri.

Di balik kegiatan bermain dan bernyanyi tersebut, terdapat tujuan yang lebih besar, yakni membantu anak-anak mengurangi rasa takut, cemas dan tekanan akibat bencana. Polri berupaya memberikan pengalaman positif agar anak-anak tidak terus-menerus larut dalam suasana traumatis yang mereka alami.

Personel Polres Manggarai juga memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak agar tetap kuat menghadapi kondisi pascabencana. Mereka diajak untuk tetap berani, optimistis dan percaya bahwa kondisi akan kembali membaik.

Kehadiran anggota Polri di lokasi pengungsian tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi bentuk nyata bahwa masyarakat tidak menghadapi situasi bencana seorang diri. Polri hadir untuk mendampingi, mendengarkan, memberikan rasa aman, serta membantu masyarakat melewati masa-masa sulit.

Bagi anak-anak, kehadiran personel Polri yang berinteraksi secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan kembali rasa aman. Pendekatan yang dilakukan melalui permainan dan komunikasi positif menjadi salah satu cara untuk membangun suasana psikologis yang lebih baik di lingkungan pengungsian.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa tugas Polri tidak sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam situasi bencana, Polri turut mengambil peran dalam misi kemanusiaan dengan memberikan perhatian kepada kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan psikologis dan emosional para penyintas.

Polres Manggarai menyadari bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemulihan sarana dan prasarana, tetapi juga pemulihan kondisi mental masyarakat. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi salah satu bentuk pelayanan kemanusiaan yang penting, terutama bagi anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan untuk memahami dan menghadapi pengalaman bencana.

Melalui kegiatan ini, Polres Manggarai ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya ketika situasi aman, tetapi juga ketika masyarakat berada dalam kondisi sulit dan membutuhkan dukungan. Semangat melayani, melindungi dan mengayomi diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Kehadiran personel Polri juga mendapat respons positif dari masyarakat di lokasi pengungsian. Anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, sementara para pendamping dan masyarakat dapat melihat langsung perhatian yang diberikan Polri kepada para penyintas, khususnya kelompok anak-anak.

Kegiatan trauma healing di Desa Golomendo berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam suasana penuh keakraban, kebersamaan dan keceriaan.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Manggarai berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana. Kepedulian tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para penyintas untuk bangkit, memulihkan diri dan kembali menjalani kehidupan dengan penuh harapan.

Bagi Polres Manggarai, membantu masyarakat dalam situasi bencana merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Setiap senyum yang kembali hadir di wajah anak-anak penyintas menjadi bagian penting dari semangat Polri untuk terus hadir, peduli dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.(Alvz)