Bhabinkamtibmas Polres Manggarai Bantu Rujuk Bayi Penyintas Gempa yang Mengalami Kejang ke RSUD Ruteng
tribratanewsmanggarai.com_
Polri kembali menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi. Kepedulian tersebut ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara, Aiptu Emilius Johan, yang membantu merujuk seorang bayi berusia 5 bulan yang mengalami kejang-kejang untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Ruteng.
Bayi tersebut merupakan bagian dari keluarga yang terdampak bencana gempa bumi. Akibat rumah yang mereka tempati mengalami kerusakan karena gempa, bayi tersebut bersama ibunya selama kurang lebih tiga hari harus tinggal di sebuah tenda darurat yang dibuat secara mandiri.
Dalam kondisi tersebut, sang ibu harus merawat bayinya seorang diri. Sementara itu, ayah dari bayi tersebut atau suami sang ibu sedang berada di Kalimantan untuk bekerja sebagai perantau.
Situasi semakin memprihatinkan ketika bayi berusia 5 bulan tersebut mengalami kejang-kejang dan membutuhkan penanganan kesehatan. Melihat kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Nao, Aiptu Emilius Johan, menunjukkan kepedulian dengan turun langsung membantu proses rujukan bayi tersebut ke RSUD Ruteng.
Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi sangat berarti bagi keluarga tersebut, khususnya bagi sang ibu yang harus menghadapi kondisi sulit seorang diri setelah rumah mereka rusak akibat gempa. Dengan adanya pendampingan dari anggota Polri, proses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan bagi bayi tersebut dapat segera dilakukan.
Langkah yang dilakukan Bhabinkamtibmas tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Dalam situasi bencana, tugas polisi tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan mendapatkan perhatian dan bantuan.
Aiptu Emilius Johan hadir tidak hanya sebagai aparat kepolisian yang bertugas di wilayah binaannya, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan kepedulian dan dukungan kepada warga yang sedang mengalami kesulitan. Pendampingan terhadap bayi dan ibunya tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kemanusiaan yang diberikan Polri kepada masyarakat.
Kondisi pascabencana memang membuat sebagian masyarakat harus menghadapi berbagai keterbatasan. Kerusakan tempat tinggal menyebabkan warga harus menempati tempat pengungsian atau tenda darurat, sementara kebutuhan kesehatan tetap harus dipenuhi. Dalam situasi seperti ini, kehadiran Bhabinkamtibmas sangat dibutuhkan untuk membantu menghubungkan masyarakat dengan pelayanan yang diperlukan.
Bhabinkamtibmas sebagai personel Polri yang berada langsung di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi dan merespons berbagai persoalan yang dihadapi warga. Kepedulian terhadap bayi yang membutuhkan pertolongan medis tersebut menunjukkan bahwa keberadaan polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Terlebih dalam kondisi sang ibu yang harus menjaga bayinya seorang diri karena suaminya sedang merantau di Kalimantan, dukungan dan pendampingan dari Bhabinkamtibmas menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti.
Polri melalui jajaran Bhabinkamtibmas akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak bencana dan membutuhkan bantuan. Kehadiran polisi diharapkan dapat memberikan rasa aman, membantu mengatasi kesulitan warga, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa di tengah situasi pascabencana, Polri tidak hanya hadir untuk melakukan pengamanan, tetapi juga hadir dengan sisi kemanusiaan. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, personel Polri berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya.
Bantuan rujukan terhadap bayi tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya bayi dan anak-anak yang terdampak bencana. Penanganan kesehatan yang cepat sangat penting agar kondisi bayi dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan perawatan oleh tenaga medis.
Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan bayi berusia 5 bulan tersebut dapat segera memperoleh penanganan medis di RSUD Ruteng dan mendapatkan perawatan sesuai kondisi kesehatannya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Nao di tengah keluarga penyintas gempa menjadi bukti bahwa Polri selalu berusaha hadir dalam setiap keadaan. Polisi tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi musibah, kesulitan, dan membutuhkan uluran tangan.
Polres Manggarai terus berkomitmen memberikan pelayanan yang humanis dan responsif kepada masyarakat. Melalui Bhabinkamtibmas yang berada langsung di desa-desa, Polri berupaya memastikan setiap persoalan masyarakat dapat diketahui dan direspons dengan cepat sesuai kebutuhan di lapangan.
Kehadiran Aiptu Emilius Johan dalam membantu proses rujukan bayi tersebut merupakan wujud sederhana namun berarti dari pengabdian Polri kepada masyarakat. Di tengah keterbatasan yang dialami keluarga penyintas gempa, polisi hadir memberikan bantuan, pendampingan, dan rasa aman.
Polri hadir untuk masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. Melalui kepedulian dan tindakan nyata di lapangan, Polres Manggarai terus menunjukkan komitmennya untuk melindungi, mengayomi, melayani, serta membantu masyarakat dalam berbagai kondisi.(Alvzz)


