MASYARAKAT RESAH, BBM LANGKA SEBABKAN KEMACETAN — POLRES MANGGARAI KERAHKAN PERSONEL ATASI KEMACETAN DAN SELIDIKI DUGAAN PENYALAHGUNAAN BBM BERSUBSIDI

MASYARAKAT RESAH, BBM LANGKA SEBABKAN KEMACETAN — POLRES MANGGARAI KERAHKAN PERSONEL ATASI KEMACETAN DAN SELIDIKI DUGAAN PENYALAHGUNAAN BBM BERSUBSIDI
MASYARAKAT RESAH, BBM LANGKA SEBABKAN KEMACETAN — POLRES MANGGARAI KERAHKAN PERSONEL ATASI KEMACETAN DAN SELIDIKI DUGAAN PENYALAHGUNAAN BBM BERSUBSIDI

tribratanewsmanggarai.com-

 

Ruteng, 26 November 2025 – Masyarakat di Kabupaten Manggarai tengah dihadapkan pada keresahan akibat kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan dan kesemrawutan arus lalu lintas sehingga aktivitas warga terganggu. Muncul pula polemik di kalangan masyarakat yang mempertanyakan penyebab utama kelangkaan BBM, bahkan mencurigai adanya pihak tertentu yang bermain dalam pendistribusian BBM bersubsidi.

Menanggapi situasi tersebut, Polres Manggarai bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh satuan terkait untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan. Satuan Intelkam diperintahkan melakukan monitoring ketersediaan BBM di seluruh SPBU di Kabupaten Manggarai. Satuan Reserse Kriminal ditugaskan melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Di sisi lain, Satuan Lalu Lintas diterjunkan untuk mengurai kemacetan dan mengembalikan situasi kamseltibcarlantas menjadi normal, sementara Satuan Samapta dikerahkan melakukan pengamanan di SPBU.

HASIL MONITORING DAN PENYELIDIKAN
Dari hasil koordinasi dan pengawasan yang dilakukan Satuan Intelkam, antrean panjang di SPBU dipastikan terjadi akibat pengurangan kuota BBM subsidi dari Pertamina Pusat untuk seluruh SPBU di Manggarai.

Rinciannya sebagai berikut:
    •    SPBU Mena: Kuota Pertalite turun dari 400 ton menjadi 376 ton per bulan; Solar turun dari 400 ton menjadi 240 ton per bulan.
    •    SPBU Mbaumuku dan Carep: Kuota BBM dari 24 ton per hari turun menjadi hanya 8 ton per hari.

Pengurangan kuota ini menyebabkan pasokan BBM tidak sebanding dengan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat. Intelkam menegaskan bahwa kelangkaan ini bukan disebabkan adanya penimbunan atau penyimpangan distribusi BBM, melainkan murni karena keterbatasan pasokan.

Sementara itu, Satuan Reskrim Polres Manggarai melalui penyelidikan yang dilakukan hingga hari ini tidak menemukan adanya pihak-pihak yang melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi sehingga menyebabkan kelangkaan.

PENANGANAN KEMACETAN
Personel Lalu Lintas dan Samapta yang diterjunkan ke lapangan berhasil dengan sigap mengurai kemacetan di seluruh titik SPBU, sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal. Kehadiran petugas di lapangan mendapat respons positif dari masyarakat yang sebelumnya sempat terhambat akibat antrean panjang kendaraan.

PENJELASAN WAKA POLRES MANGGARAI
Waka Polres Manggarai, Kompol Mey Charles Sitepu, S.H., yang mewakili Kapolres Manggarai menjelaskan bahwa selain pengurangan kuota, kelangkaan BBM juga dipengaruhi oleh kendala transportasi pengangkut BBM dari Depot Pertamina Reo menuju Ruteng. Jalan menuju Ruteng masih dalam proses perbaikan sehingga kendaraan pengangkut BBM harus dialihkan dari Maumere, yang berimbas pada keterlambatan distribusi.

Lebih lanjut, Waka Polres mengimbau masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya, demi menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga meminta para pengguna jalan untuk mengedepankan kesabaran dan tidak saling berebut saat berada dalam antrean, agar tidak menimbulkan kesemrawutan yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan konflik, jika ada masyarakat yang melihat dan mengetahui adanya penyalahgunaan  BBM agar segera melaporkan kepolres manggarai atau menginformasikan melalui   layanan 110. Polres manggarai tambah wakapolres. 

Polres Manggarai memastikan akan terus melakukan upaya maksimal dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas dan menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM. Situasi kamtibmas hingga saat ini tetap kondusif.(SN)