Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla, Polres Manggarai Gelar Rapat Koordinasi Bersama Instansi Terkait Susun Langkah Antisipatif
tribratanewsmanggarai.com-
Ruteng, Manggarai – Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Manggarai menggelar rapat koordinasi secara virtual melalui Video Conference (Vicon) bersama berbagai instansi terkait di Ruang Vicon Polres Manggarai, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., didampingi Wakapolres Manggarai Kompol Mey Charles Sitepu, S.H., Kabag Ops Polres Manggarai AKP Antonius Ndapa, serta Kasat Intelkam Polres Manggarai IPTU Adrianus Gon.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari berbagai instansi, yakni Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Antonius Hani, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Manggarai Epifanius P. Wanggur, Kepala Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Dinda Surya S. Labu, Forecaster Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Maiwani Sibolo, serta Polisi Kehutanan (Polhut) Manggarai Ekaristin Halung dan Firdaus Fajar.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut upaya menjamin terjaganya kelestarian lingkungan serta mencegah terulangnya bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur yang kerap dipicu oleh pembukaan lahan dengan cara membakar. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Karhutla, melalui penguatan kesiapsiagaan, pemantauan kondisi iklim, serta sinergi lintas sektoral dalam penanganannya.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah rencana aksi pencegahan Karhutla, di antaranya pemetaan (mapping) wilayah-wilayah yang berpotensi rawan kebakaran hutan dan lahan, pemetaan lokasi sumber air, identifikasi daerah yang rawan mengalami kekeringan, analisis jarak tempuh dari sumber air menuju lokasi terdampak, hingga kesiapan personel, sarana, prasarana, serta logistik penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Manggarai. Seluruh langkah tersebut menjadi dasar penyusunan strategi mitigasi yang lebih efektif, terukur, dan terintegrasi.
Selain itu, seluruh peserta rapat berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi, komunikasi, serta pertukaran informasi secara cepat dan berkesinambungan agar setiap potensi maupun kejadian Karhutla dapat direspons secara cepat, tepat, dan terpadu.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam upaya pencegahan Karhutla, Polres Manggarai juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla di wilayah hukum Polres Manggarai yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. Pembentukan Satgas ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektoral sehingga langkah-langkah pencegahan, penanggulangan, dan penanganan Karhutla dapat berjalan lebih optimal.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menegaskan bahwa wilayah hukum Polres Manggarai memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih adanya kebiasaan sebagian masyarakat membuka lahan pertanian dengan cara membakar, yang berpotensi memicu kebakaran meluas apabila tidak dikendalikan.
“Oleh karena itu, kami mengerahkan seluruh personel Bhabinkamtibmas untuk terus mengedukasi masyarakat melalui penyuluhan, sosialisasi, serta imbauan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan harus menjadi prioritas utama karena dampak Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat dan kesehatan,” tegas Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres berharap hasil rapat koordinasi ini dapat segera ditindaklanjuti oleh seluruh instansi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dengan mengedepankan koordinasi lintas sektoral yang produktif, responsif, adaptif, dan berkelanjutan sehingga setiap potensi Karhutla dapat diantisipasi sejak dini.
“Dengan sinergi yang kuat, komunikasi yang efektif, serta kesiapsiagaan seluruh stakeholder, kita optimistis mampu meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Manggarai. Pencegahan merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat,” pungkas Kapolres.
Melalui rapat koordinasi yang digelar Polres Manggarai ini, diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh stakeholder untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sistem deteksi dini, mempercepat respons penanganan apabila terjadi Karhutla, serta mewujudkan Kabupaten Manggarai yang aman, tangguh, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan melalui kolaborasi yang berkesinambungan. (SN)
#Polda NTT Penuh Kasih


