PASCA GEMPA, POLRES MANGGARAI BANGUN 16TENDA BELAJAR DI LIMA KECAMATAN DUKUNG PROSES BELAJAR MENGAJAR KEMBALI BERJALAN AMAN

PASCA GEMPA, POLRES MANGGARAI BANGUN 16TENDA BELAJAR DI LIMA KECAMATAN DUKUNG PROSES BELAJAR MENGAJAR KEMBALI BERJALAN AMAN
PASCA GEMPA, POLRES MANGGARAI BANGUN 16TENDA BELAJAR DI LIMA KECAMATAN DUKUNG PROSES BELAJAR MENGAJAR KEMBALI BERJALAN AMAN
PASCA GEMPA, POLRES MANGGARAI BANGUN 16TENDA BELAJAR DI LIMA KECAMATAN DUKUNG PROSES BELAJAR MENGAJAR KEMBALI BERJALAN AMAN

tribratanewsmanggarai.com-

 

Manggarai — Pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026, Polres Manggarai terus mengambil langkah konkret untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum, tetapi juga berdampak terhadap sarana pendidikan. Sebanyak 362 fasilitas pendidikan di Kabupaten Manggarai dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan ringan, sedang hingga berat.

Kerusakan tersebut menyebabkan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah sempat terhenti. Para siswa terpaksa diliburkan sementara karena kondisi bangunan sekolah belum sepenuhnya aman untuk digunakan.

Selain berdampak terhadap sarana dan prasarana, gempa juga menimbulkan dampak psikologis bagi anak-anak. Sebagian siswa mengalami ketakutan, kecemasan dan trauma akibat gempa utama maupun gempa susulan yang terjadi setelahnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Polres Manggarai melaksanakan berbagai kegiatan pemulihan psikologis atau trauma healing secara berkelanjutan di sejumlah posko pengungsian dan lokasi terdampak.

Kegiatan trauma healing dilakukan dengan pendekatan humanis dan disesuaikan dengan kondisi anak-anak. Upaya tersebut bertujuan membantu mengurangi rasa takut, membangun kembali kepercayaan diri serta menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi anak-anak pascabencana.

Selain memberikan pendampingan psikologis, jajaran Polres Manggarai, baik tingkat Polres maupun Polsek jajaran, turut mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.

Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan Polri agar fasilitas pendidikan dapat kembali dimanfaatkan secara bertahap dan kegiatan belajar mengajar dapat segera berlangsung dalam kondisi aman.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor pendidikan, Polres Manggarai juga membantu mendirikan tenda belajar sementara di sejumlah sekolah terdampak gempa.

Hingga Kamis, 3 September 2026, sebanyak 16 tenda belajar telah dibangun dan tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Manggarai.

Adapun lokasi pendirian tenda belajar tersebut meliputi:

1. Kecamatan Langke Rembong  8 Tenda dengan lokasi :

• TK Bhayangkari Ruteng
• SDK Kumba 2 Ruteng
• SDI Tenda Ruteng
• SDK Ruteng 2
• SDK Ruteng 3
• MIS Deen Asalam Ruteng
• SMK St. Petrus Ruteng
• ⁠SMK Tehnik Komputer 
        dan Informatika St.        
        Petrus, , Rowang

1. Kecamatan Cibal. 1 Tenda dengan lokasi :

• SMPN 6 Cibal

1. Kecamatan Reok 5 tenda dengan lokasi : 

• SMPK Tri Bakti Reo
• MAN 1 Reok
• SDN Reok 2
• MTS Anajah Reo/Pondok Pesantren Pancasila Reo
• SDK Reo 3

1. Kecamatan Ruteng 1 tenda dengan lokasi :

• SD Sama Jaya  kakor 

1. Kecamatan Reok Barat 1 tenda dengan lokasi :

• SD Nanganae Reok Barat

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., mengatakan bahwa pembangunan tenda belajar tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam mendukung percepatan pemulihan sektor pendidikan pascabencana.

“Kami ingin memastikan anak-anak di Kabupaten Manggarai tetap mendapatkan haknya untuk belajar. Ketika gedung sekolah belum sepenuhnya dapat digunakan akibat kerusakan gempa, tenda belajar menjadi salah satu solusi sementara agar proses pendidikan tetap berjalan,” ujar Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pascagempa.

Menurutnya, kehadiran personel Polri tidak hanya sebatas membantu mendirikan tenda, tetapi juga memastikan lingkungan sekolah dan proses belajar mengajar dapat berlangsung secara aman dan nyaman.

“Yang paling utama adalah keselamatan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk memastikan lokasi yang digunakan sebagai tempat belajar sementara benar-benar aman. Jangan sampai anak-anak kembali belajar di tempat yang masih memiliki risiko,” tegasnya.

Kapolres menjelaskan, tenda belajar tersebut diharapkan menjadi solusi sementara agar para siswa tidak terlalu lama tertinggal dalam proses pembelajaran akibat bencana.

“Anak-anak tidak boleh kehilangan masa belajar mereka karena bencana. Kami ingin mereka kembali bersekolah, berinteraksi dengan guru dan teman-temannya, serta secara perlahan memulihkan kondisi psikologis mereka,” tambahnya.

Kapolres Manggarai juga mengimbau para orang tua, guru dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada anak-anak pascagempa.

“Berikan rasa aman kepada anak-anak. Jangan menambah rasa takut mereka dengan informasi yang belum tentu benar. Mari kita dampingi, berikan motivasi dan yakinkan bahwa mereka tidak sendiri. Polri bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat hadir untuk membantu proses pemulihan,” imbaunya.

Polres Manggarai berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam seluruh tahapan pemulihan pascagempa, termasuk membantu sektor pendidikan, memberikan pendampingan psikologis, menjaga keamanan lingkungan sekolah serta mendukung berbagai kebutuhan masyarakat terdampak.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Manggarai untuk mewujudkan kehadiran Polri yang humanis dan responsif, sekaligus memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan secara bertahap sehingga aktivitas masyarakat, khususnya dunia pendidikan, dapat kembali normal. (SN)

#Polda NTT Penuh Kasih 

Polres Manggarai — Polisi Humanis, Harapan Masyarakat.