Polres Manggarai Amankan Pertemuan Adat Gendang Timung dan Gendang Wohe, Jaga Situasi Tetap Kondusif

Polres Manggarai Amankan Pertemuan Adat Gendang Timung dan Gendang Wohe, Jaga Situasi Tetap Kondusif
Polres Manggarai Amankan Pertemuan Adat Gendang Timung dan Gendang Wohe, Jaga Situasi Tetap Kondusif

tribratanewsmanggarai.com-

 

Ruteng, Rabu (23/9/2026) — Satuan Samapta Polres Manggarai melaksanakan pengamanan pertemuan adat antara Tua Adat Gendang Timung dan Gendang Wohe dalam rangka penyerahan uang Wae Lu’u dan Ela Haeng Nai sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Manggarai, IPTU Bagus Suhartono, bersama personel Satuan Samapta. Pengamanan dilakukan atas permintaan Tua Adat Wohe untuk mengawal proses penyerahan hewan, beras, dan uang sebagai bentuk ungkapan turut berduka cita dari warga Gendang Wohe.

Selain sebagai bagian dari ritual adat Manggarai, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menjaga hubungan baik antara warga Gendang Timung dan Gendang Wohe serta mencegah terjadinya konflik sosial berkepanjangan.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Gendang Wohe menyerahkan bantuan adat berupa dua ekor babi, 100 kilogram beras, serta uang Wae Lu’u sebesar Rp1.000.000.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kegiatan adat tersebut bukan merupakan proses penyelesaian perkara penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Perkara tersebut telah ditangani dan diproses oleh pihak Kepolisian sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pertemuan adat ini merupakan spontanitas Tua Adat Wohe bersama masyarakat sebagai bentuk pelaksanaan ritual adat Manggarai.

Di sela-sela pembicaraan adat, Kasat Samapta IPTU Bagus Suhartono juga menyampaikan imbauan terkait keberlangsungan proses belajar mengajar bagi anak-anak di wilayah Timung. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya kekhawatiran dari pihak sekolah bahwa sejumlah siswa asal Wohe merasa takut untuk bersekolah di Timung.

IPTU Bagus Suhartono menegaskan bahwa situasi saat ini telah aman dan kondusif serta seluruh proses hukum terhadap pelaku telah berjalan. Proses adat juga telah dilaksanakan dengan baik sehingga seluruh pihak diharapkan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

Ia juga mengingatkan agar anak-anak tetap bersekolah dan tidak membiarkan persoalan yang melibatkan orang dewasa mengganggu masa depan mereka. Sekolah harus menjadi zona yang aman dan netral bagi seluruh siswa.

“Jangan kaitkan masalah orang dewasa dengan anak-anak sekolah. Persoalan antarorang dewasa bukan urusan anak-anak. Jangan ada intimidasi terhadap siswa,” tegasnya.

Kepada para orang tua, Kasat Samapta mengimbau agar terus mendampingi dan mengantar anak-anak ke sekolah serta memberikan motivasi agar mereka tetap semangat mengikuti proses pendidikan.

Masyarakat juga diingatkan untuk segera melaporkan apabila terjadi ancaman atau gangguan keamanan kepada Bhabinkamtibmas maupun melalui layanan Call Center Polisi 110.

Kegiatan pengamanan dan pendampingan pertemuan adat tersebut berakhir sekitar pukul 12.00 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (SN)

-#Polda NTT Penuh Kasih