POLRES MANGGARAI KEMBALI MERILIS DATA TERKINI KORBAN GEMPA BUMI M 7,7 SR DI MANGGARAI
Tribratanewsmanggarai.com-
Manggarai, 22 Agustus 2026 – Polres Manggarai kembali merilis perkembangan terbaru terkait dampak bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai. Berdasarkan data yang dihimpun Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 16.00 WITA, jumlah korban dan dampak kerusakan masih mengalami perubahan seiring proses pendataan yang terus dilakukan di lapangan.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Manggarai AKP Putu Saba Nugraha menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi tercatat sebanyak 31 orang. Identitas para korban telah dilaporkan pada rilis sebelumnya.
Sementara itu, korban yang masih menjalani penanganan medis tercatat sebanyak 58 orang, dengan rincian 8 orang kategori merah (luka berat) yang saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Ruteng. Jumlah tersebut mengalami penambahan sebanyak dua orang dibandingkan data sebelumnya. Untuk kategori kuning (luka sedang) tercatat sebanyak 13 orang, mengalami penurunan dari sebelumnya 20 orang karena tujuh pasien telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Sedangkan kategori hijau (luka ringan) sebanyak 37 orang dan seluruhnya menjalani perawatan rawat jalan.
Dari sisi kerusakan infrastruktur dan fasilitas, jumlah kerusakan mengalami peningkatan dari sebelumnya 6.773 fasilitas menjadi 7.132 fasilitas. Kerusakan tersebut meliputi 37 fasilitas pemerintah, 342 fasilitas pendidikan, 13 fasilitas umum, 44 tempat ibadah, 6.634 fasilitas milik masyarakat, serta 62 fasilitas kesehatan.
Di sektor pengungsian, jumlah posko pengungsian juga mengalami penambahan. Hingga saat ini tercatat 138 posko pengungsian yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Manggarai dengan total 34.848 jiwa pengungsi. Meski jumlah posko bertambah sebanyak 14 lokasi, jumlah pengungsi mengalami penurunan sebanyak 571 jiwa dibandingkan data sebelumnya.
Adapun sebaran pengungsi meliputi Kecamatan Langke Rembong sebanyak 1.026 jiwa pada 28 posko, Kecamatan Reok 6.726 jiwa pada 10 posko, Kecamatan Reok Barat 9.353 jiwa pada 19 posko, Kecamatan Cibal 6.526 jiwa pada 21 posko, Kecamatan Cibal Barat 1.503 jiwa pada 6 posko, Kecamatan Wae Ri’i 13.280 jiwa pada 48 posko, Kecamatan Satar Mese 225 jiwa pada 2 posko, Kecamatan Lelak 639 jiwa pada 3 posko, Kecamatan Rahong Utara 3.415 jiwa pada 12 posko, Kecamatan Satarmese Utara 1.927 jiwa pada 26 posko, serta Kecamatan Ruteng sebanyak 1.446 jiwa pada 5 posko.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, bantuan logistik terus didistribusikan ke seluruh posko berupa tenda, terpal, genset, bahan makanan, air minum, serta layanan kesehatan. Distribusi bantuan dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah bersama TNI-Polri, BNPB, BPBD, relawan, dan berbagai unsur kemanusiaan lainnya.
Dalam upaya penanggulangan bencana, saat ini dikerahkan kekuatan personel gabungan yang terdiri dari 160 personel Polri, 31 personel TNI, 83 personel Brimob gabungan Resimen 2 Pelopor Korps Brimob Polri dan BKO Sat Brimob Polda Jawa Timur, 5 personel Basarnas, serta 6 personel BPBD Jawa Timur.
Kasi Humas Polres Manggarai menegaskan bahwa data dampak gempa bumi masih bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai laporan yang masuk dari lapangan. Polres Manggarai bersama seluruh unsur pengamanan dan penanggulangan bencana terus bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di posko-posko pengungsian, termasuk melaksanakan patroli rutin guna mencegah potensi gangguan kamtibmas di tengah situasi pascabencana.
“Polres Manggarai akan terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, memberikan pelayanan, perlindungan, pengamanan, serta mendukung seluruh proses penanganan dan pemulihan pascagempa. Setiap perkembangan situasi akan terus kami laporkan secara berkala kepada masyarakat,” tutup Kasi Humas. (SN)
# Polda NTT Penuh kasih


