Polres Manggarai Terus Perbarui Data Korban dan Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa

Polres Manggarai Terus Perbarui Data Korban dan Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa
Polres Manggarai Terus Perbarui Data Korban dan Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa

tribratanewsmanggarai.com-

 

Manggarai — Polres Manggarai terus melakukan pemutakhiran data dampak bencana gempa bumi sekaligus memastikan pelayanan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak berjalan secara terkoordinasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri untuk memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat, tepat dan transparan kepada masyarakat Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Posko Bencana Kabupaten Manggarai hingga Senin, 24 Agustus 2026 pukul 19.30 WITA, tercatat 39 orng meninggal dunia. Identitas para korban telah dilaporkan dalam pembaruan data sebelumnya.

Sementara itu, sebanyak 59 korban masih dalam penanganan medis, dengan rincian 7 orang kategori merah atau luka berat, 15 orang kategori kuning atau luka sedang, serta 37 orang kategori hijau atau luka ringan yang saat ini menjalani rawat jalan.

Dari sisi kerusakan fasilitas, tercatat sebanyak 7.132 fasilitas terdampak, terdiri atas 37 fasilitas pemerintah, 342 fasilitas pendidikan, 13 fasilitas umum, 44 tempat ibadah, 6.634 fasilitas masyarakat, serta 62 fasilitas kesehatan.

Di sektor pengungsian, saat ini terdapat 185 posko pengungsian dengan total 50.099 jiwa yang tersebar di 11 kecamatan, yakni Langke Rembong, Reok, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Wae Ri’i, Satar Mese, Lelak, Rahong Utara, Satarmese Utara dan Ruteng.

Jumlah pengungsi tersebut masih bersifat dinamis karena pendataan terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Demikian pula dengan data korban, kerusakan fasilitas dan kebutuhan masyarakat yang dapat berubah seiring masuknya laporan terbaru dari masing-masing wilayah.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., melalui jajaran Polres Manggarai menegaskan bahwa setiap perkembangan data akan terus dilakukan verifikasi dan dilaporkan berdasarkan informasi yang diterima dari lapangan.

> “Kami terus melakukan pemutakhiran data secara berjenjang agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan data lapangan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” demikian penekanan jajaran Polres Manggarai dalam pelaksanaan penanganan bencana.

Polri Pastikan Pelayanan di Posko dan Pengamanan Berjalan

Dalam penanganan pascabencana, Polres Manggarai mengerahkan 160 personel, didukung personel Brimob Resimen 2 Pelopor Korps Brimob Polri sebanyak 52 personel, BKO Sat Brimobda Polda Jawa Timur 17 personel, Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT 16 personel, BKO Direktorat Polair Polda NTT 18 personel, Tim Trauma Healing 3 personel, BKO Dokkes Polda NTT 12 personel serta TNI AD sebanyak 31 personel.

Personel gabungan tersebut melaksanakan pelayanan di posko-posko pengungsian, membantu proses distribusi bantuan, memberikan pelayanan kesehatan dan dukungan psikologis, melakukan pengamanan serta patroli untuk mencegah potensi gangguan keamanan di tengah situasi pascabencana.

Polres Manggarai juga terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, tenaga kesehatan, relawan serta berbagai elemen masyarakat dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.

Bantuan Polri Terus Disalurkan

Sejak terjadinya gempa bumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA, berbagai bantuan dari jajaran Polri terus diterima dan disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut antara lain berupa air mineral, paket sembako, makanan tambahan, makanan siap saji, obat-obatan, tenda, selimut, kasur, spons, tandon air, perlengkapan dapur, susu, ransum Polri, mainan anak-anak, terpal, tikar dan berbagai kebutuhan lainnya.

Pada 16 Agustus 2026, Kapolda NTT menyalurkan 137 dos air mineral ke Posko Pengungsian Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok. Pada hari yang sama, personel Biddokes Polres Manggarai bersama tim konseling memberikan pelayanan kepada korban dan pengungsi dengan dukungan Biddokes Polda NTT dan Mabes Polri.

Selanjutnya, pada 17 Agustus 2026, Astamaops Kapolri menyerahkan 3 unit Starlink di Kecamatan Reok untuk mendukung kebutuhan komunikasi di wilayah terdampak. Bantuan Aslog Mabes Polri berupa 15 koli makanan tambahan Polri dan 15 koli makanan cepat saji juga didistribusikan untuk korban di Kecamatan Reok.

Bantuan Kapolri berupa 2.000 paket sembako kemudian diterima di Mako Polres Manggarai dan disalurkan kepada para pengungsi di Kecamatan Reok pada 18 Agustus 2026. Bantuan tersebut berisi beras, minyak goreng, mi instan, gula, teh, kecap dan biskuit.

Selain sembako, bantuan Kapolri juga mencakup 22 buah spons, 5 buah tandon air beserta perlengkapannya, 1 set tenda putih, 82 koli selimut, obat-obatan dan 250 buah mainan anak-anak.

Pada 18 Agustus 2026, Kapolda NTT turut memberikan bantuan perlengkapan dapur untuk Posko Pengungsian Barang Kolo berupa 6 set kompor gas, 4 kuali besar, 4 dandang besar, 5 sendok dandang dan 5 lusin sendok makan. Bantuan lainnya berupa 100 paket bantuan juga disalurkan ke Kecamatan Lelak.

Pada 19 Agustus 2026, Biddokes Polri menyalurkan 18 dos obat-obatan ke posko pengungsian. Pada hari yang sama, bantuan Kapolri berupa 300 kotak susu disalurkan ke posko pengungsian di Kecamatan Reok dan Cibal.

Selanjutnya, pada 20 Agustus 2026, bantuan Kapolri kembali disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Rahong Utara berupa 120 paket sembako, sedangkan di Kecamatan Cibal disalurkan 100 paket sembako, 20 dos selimut dan 2 dos ransum Polri.

Pada 21 Agustus 2026, Kapolda NTT menyalurkan 20 paket sembako kepada 20 keluarga personel Brimob Kompi II Yon B Pelopor Manggarai.

Bantuan kembali datang pada 23 Agustus 2026 dari Polda Jawa Tengah dan Bhayangkari, yang didistribusikan melalui Polsek Satar Mese, Polsek Cibal dan Polsek Reo. Bantuan tersebut meliputi beras, abon, gula, sarung, popok, susu, biskuit, roti kaleng, mi instan, tikar, pakaian anak, air mineral, genset, minyak goreng dan selimut.

Pada tanggal yang sama, bantuan Kapolda NTT juga disalurkan ke Desa Sambi, Kecamatan Reok Barat, berupa 150 karung beras, 150 dus mi instan, 150 dus air mineral dan 18 papan telur. Bantuan lainnya berupa beras, mi instan dan air mineral juga disalurkan ke Posko Pengungsian Barang Kolo.

Memasuki 24 Agustus 2026, bantuan dari Polda Jawa Tengah kembali disalurkan ke Kecamatan Langke Rembong dan Ruteng. Sementara Polda Jawa Timur menyalurkan 4 lembar kasur lipat dan 3 lembar selimut di Kecamatan Ruteng.

Pada hari yang sama, bantuan dari Polda Jawa Tengah dan Bhayangkari Cabang Jawa Tengah melalui Polsek Cibal kembali disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Cibal dan Cibal Barat, berupa 195 kilogram beras, 15 dus abon, 2 karung gula, 3 ikat pakaian dalam, 4 dus sarung, 500 buah popok, 3 dus susu SGM, 10 dus biskuit, 10 kaleng roti, 30 dus mi instan, 20 buah tikar, 500 buah pakaian anak, 100 dus air mineral, 1 unit genset, 2 dus minyak goreng dan 500 buah selimut.

Distribusi Bantuan BPBD Terus Berjalan

Selain bantuan yang diterima dan disalurkan melalui jajaran Polri, Posko BPBD Kabupaten Manggarai juga terus melakukan distribusi bantuan logistik ke berbagai kecamatan selama periode 15–23 Agustus 2026.

Bantuan tersebut mencakup beras dari Bulog dan posko, mi instan, telur, air mineral, susu, terpal, tikar, selimut, minyak goreng, sembako, makanan siap saji, biskuit, tenda pengungsi, hygiene kit dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Distribusi dilakukan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Kecamatan Reok, Cibal, Cibal Barat, Ruteng, Reok Barat, Langke Rembong, Wae Ri’i, Rahong Utara, Satarmese Utara, Lelak dan Satar Mese.

Polres Manggarai memastikan koordinasi dengan Posko Bencana Kabupaten Manggarai dan seluruh unsur terkait terus dilakukan sehingga bantuan yang tersedia dapat segera diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Imbauan: Jangan Sebarkan Informasi yang Belum Terverifikasi

Polres Manggarai mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi mengenai jumlah korban, kerusakan maupun bantuan yang belum dipastikan kebenarannya.

Setiap perkembangan data masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pendataan serta laporan resmi dari lapangan.

Polres Manggarai juga memastikan bahwa setiap perkembangan bantuan Polri untuk korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai akan dilaporkan pada kesempatan pertama sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat.

“Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan, relawan dan seluruh unsur terkait akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak. Mari bersama-sama menjaga ketenangan, saling membantu dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegas kapolres Manggarai.(SN)

#Polda NTT Penuh kasih

Polisi Humanis, Harapan Masyarakat.