Pulihkan Keceriaan Anak Pascagempa, Polres Manggarai Gelar Trauma Healing dan Terapi USEFT bagi 183 Siswa SDK Poka

Pulihkan Keceriaan Anak Pascagempa, Polres Manggarai Gelar Trauma Healing dan Terapi USEFT bagi 183 Siswa SDK Poka
Pulihkan Keceriaan Anak Pascagempa, Polres Manggarai Gelar Trauma Healing dan Terapi USEFT bagi 183 Siswa SDK Poka

tribratanewsmanggarai.com-

 

RUTENG, MANGGARAI — Senyum dan tawa kembali mewarnai halaman SDK Poka, Desa Longko, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Rabu (23/9/2026) pagi. Sebanyak 183 siswa-siswi kelas I hingga kelas VI mengikuti kegiatan trauma healing dan terapi psikologi USEFT yang digelar Polres Manggarai sebagai bagian dari upaya membantu anak-anak memulihkan kondisi emosional setelah mengalami bencana gempa bumi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali bermain, berinteraksi dan mengekspresikan diri secara positif setelah sebelumnya merasakan kepanikan dan ketakutan saat gempa mengguncang wilayah Flores, khususnya Kabupaten Manggarai.

Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Manggarai, Aipda Maria Siti Dora Sirait, S.Sos., selaku bagian dari Tim Trauma Healing Polres Manggarai, mengawali kegiatan dengan sapaan dan pendekatan yang ramah kepada para siswa.

Suasana kemudian dibuat semakin cair melalui berbagai permainan atau game yang dipandu oleh para personel Polisi Wanita (Polwan). Anak-anak diajak bermain dan berinteraksi bersama dalam suasana penuh keceriaan.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang mungkin masih dirasakan anak-anak pascabencana, sekaligus membangun kembali rasa aman, kepercayaan diri dan keseimbangan emosional mereka.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak kembali merasakan suasana ceria, bermain bersama dan merasa aman. Harapannya, pengalaman menegangkan akibat gempa tidak terus membebani mereka sehingga secara perlahan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Tidak hanya melalui permainan, kegiatan juga dilanjutkan dengan pendampingan psikologis dan pemberian terapi USEFT (Unit Support for Emergency and Trauma) oleh konselor Polri yang telah memiliki sertifikasi USEFT, yakni Briptu Yudi Harso dan Briptu Martinus Tay H., S.Kep., Ns.

Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu anak-anak dalam memulihkan kesehatan mental, membangun kembali rasa percaya diri serta mengurangi dampak traumatis yang muncul setelah mengalami bencana.

Pendekatan yang diberikan dilakukan secara humanis dan disesuaikan dengan kondisi anak-anak, sehingga mereka dapat mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan nyaman tanpa merasa tertekan.

Polres Manggarai menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok rentan setelah mengalami peristiwa bencana.

Di penghujung kegiatan, suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh siswa menerima makanan ringan berupa biskuit, air mineral Aqua ukuran sedang dan susu kemasan. Para siswa juga mendapatkan paket buku tulis sebagai dukungan untuk menunjang kembali aktivitas belajar mereka.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara siswa, guru dan Tim Trauma Healing Polres Manggarai.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Manggarai terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui pendampingan, perlindungan dan pelayanan kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan psikologis masyarakat.

Bagi anak-anak SDK Poka, pagi itu bukan sekadar kegiatan bermain. Lebih dari itu, menjadi langkah kecil untuk mengembalikan keberanian, rasa aman dan keceriaan mereka setelah melewati pengalaman gempa yang mengguncang.(SN)

#Polda NTT Penuh Kasih