Pulihkan Psikologis Anak Penyintas Gempa, Polres Manggarai Gelar Trauma Healing

Pulihkan Psikologis Anak Penyintas Gempa, Polres Manggarai Gelar Trauma Healing
Pulihkan Psikologis Anak Penyintas Gempa, Polres Manggarai Gelar Trauma Healing
Pulihkan Psikologis Anak Penyintas Gempa, Polres Manggarai Gelar Trauma Healing

tribratanewsmanggarai.com

Ruteng, Minggu 23 Agustus 2026 — Polres Manggarai melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas bencana alam gempa bumi di SLB Karya Murni Ruteng, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WITA tersebut melibatkan Wakapolres Manggarai Kompol Mei Charles Sitepu, S.H., bersama 15 personel konselor Polres Manggarai dan 3 personel konselor Polda NTB.

Sebanyak kurang lebih 40 anak penyintas bencana alam gempa bumi menjadi sasaran kegiatan. Trauma healing dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polri dalam memberikan dukungan psikologis kepada anak-anak yang terdampak bencana, sekaligus membantu memulihkan kondisi emosional mereka.

Dalam kegiatan tersebut, para konselor mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas yang menyenangkan dan interaktif. Suasana dibuat ceria dan penuh kebersamaan agar anak-anak dapat merasa lebih nyaman, terhibur, serta kembali membangun semangat dan kepercayaan diri setelah mengalami bencana alam.

Pendampingan yang diberikan diharapkan dapat membantu mengurangi rasa takut, cemas maupun tekanan psikologis yang mungkin dirasakan oleh anak-anak penyintas. Melalui pendekatan yang humanis, para konselor berupaya menciptakan suasana positif sehingga anak-anak dapat mengekspresikan diri dan kembali merasakan keceriaan.

Sebagai bagian dari kegiatan, anak-anak juga mendapatkan snack atau makanan ringan. Pemberian tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian Polri sekaligus menambah suasana keakraban selama kegiatan berlangsung.

Polres Manggarai melalui Bagian SDM akan terus berupaya memberikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana, khususnya kepada anak-anak sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian dalam proses pemulihan pascabencana.

Kegiatan trauma healing berlangsung dalam suasana aman, tertib, lancar, dan penuh keceriaan. Kehadiran Polri diharapkan dapat memberikan semangat serta dukungan bagi para penyintas untuk bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.(Alvzz)