Tim Food Security Polres Manggarai Pastikan Menu Program Makan Bergizi Gratis Aman dan Layak Konsumsi
tribratanewsmanggarai.com_
Ruteng – Dalam rangka menjamin kualitas, keamanan, dan kelayakan makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Tim Food Security Polres Manggarai kembali melaksanakan pemeriksaan terhadap sampel makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Manggarai, Yayasan Kemala Bhayangkari, pada Kamis, 30 Juli 2026, mulai pukul 06.30 WITA hingga selesai.
Kegiatan pemeriksaan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Manggarai dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memastikan bahwa setiap makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat memenuhi standar keamanan pangan, kualitas gizi, serta kebersihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan juga dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan rutin untuk mencegah masuknya bahan pangan yang berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat.
Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Food Security SPPG Polres Manggarai sesuai Surat Perintah Kapolres Manggarai Nomor: Sprin/186/III/HUK.6.6/2026 tanggal 27 Maret 2026. Tim pemeriksa terdiri dari personel Sidokkes Polres Manggarai dan Seksi Pengawasan (Siwas) Polres Manggarai, yaitu Briptu Martinus Tay Hambandima, S.Kep., Ns., Bonifasius Sukardi Ehung, S.Kep. selaku Perawat Mitra, serta Aiptu Bonifasius Potenti dari Siwas Polres Manggarai.
Sebelum makanan didistribusikan kepada para penerima manfaat, tim melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh menu yang telah disiapkan oleh petugas dapur SPPG. Pemeriksaan dilakukan melalui uji organoleptik atau uji fisik, yaitu dengan menilai kondisi makanan berdasarkan bentuk, warna, aroma, dan kualitas penyajiannya.
Adapun menu makanan yang diperiksa pada hari tersebut terdiri dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat, ayam bumbu kuning sebagai sumber protein hewani, oseng labu dan wortel sebagai sumber serat dan vitamin, tahu bumbu kuning sebagai sumber protein nabati, sup labu, wortel, dan daun bawang yang dipersiapkan khusus untuk balita, serta buah semangka sebagai pelengkap menu bergizi.
Hasil pemeriksaan organoleptik menunjukkan bahwa keenam menu makanan berada dalam kondisi normal dan layak untuk dikonsumsi. Dari aspek bentuk, seluruh menu memiliki tekstur dan penyajian yang baik. Dari segi warna, makanan tampak segar sesuai karakteristik bahan yang digunakan, sedangkan dari aspek aroma tidak ditemukan bau yang menyimpang ataupun indikasi kerusakan pada makanan.
Selain pemeriksaan fisik, Tim Food Security juga melakukan pengujian kimia terhadap sampel makanan guna memastikan tidak terdapat kandungan zat berbahaya. Pemeriksaan dilakukan terhadap beberapa parameter penting, yakni sianida, formaldehid, nitrit, dan arsenik yang merupakan bahan kimia berbahaya apabila terkandung dalam makanan.
Berdasarkan hasil pengujian, seluruh menu makanan menunjukkan hasil negatif terhadap kandungan sianida. Pemeriksaan terhadap formaldehid juga menunjukkan hasil negatif pada seluruh sampel makanan. Demikian pula pada pemeriksaan kandungan nitrit dan arsenik, seluruh sampel dinyatakan negatif sehingga makanan dipastikan bebas dari bahan kimia berbahaya dan aman untuk dikonsumsi.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap makanan siap saji, tim juga melaksanakan inspeksi terhadap bahan baku yang digunakan dalam proses pengolahan makanan. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik bahan pangan, tingkat kesegaran, kebersihan, serta cara penyimpanan bahan sebelum diolah. Dari hasil pemeriksaan, seluruh bahan baku yang digunakan berada dalam kondisi baik dan memenuhi standar keamanan pangan.
Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap seluruh fasilitas dapur yang digunakan dalam proses produksi makanan. Pemeriksaan mencakup kondisi dapur basah dan dapur kering, kebersihan area memasak, kondisi ompreng atau wadah makanan, serta tempat pencucian peralatan makan dan peralatan memasak. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh fasilitas berada dalam kondisi baik, bersih, tertata dengan rapi, dan memenuhi standar higiene serta sanitasi pangan.
Kebersihan dapur dan peralatan menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini karena merupakan faktor penting dalam menjaga mutu makanan yang dihasilkan. Dengan lingkungan dapur yang bersih serta proses pengolahan yang sesuai standar, risiko kontaminasi makanan dapat diminimalisir sehingga kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima oleh para penerima manfaat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan secara keseluruhan, Tim Food Security Polres Manggarai menyimpulkan bahwa keenam menu makanan yang disiapkan pada hari tersebut dinyatakan layak untuk disajikan kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Seluruh bahan baku berada dalam kondisi baik, fasilitas dapur memenuhi standar kebersihan, dan hasil uji kimia menunjukkan tidak adanya kandungan zat berbahaya.
Kegiatan pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Manggarai dalam memberikan jaminan keamanan pangan sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis. Pengawasan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu menjaga kualitas makanan sejak proses pengolahan hingga pendistribusian sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh para penerima.
Polres Manggarai berkomitmen untuk terus melaksanakan pengawasan secara berkala terhadap seluruh proses penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan, kebersihan dapur, hingga kualitas makanan yang akan didistribusikan. Langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan aman, sehat, bergizi, dan layak untuk dikonsumsi.(Alvzz)


