Menembus Pelosok, Polres Manggarai Jangkau Warga Terdampak Gempa yang Belum Tersentuh Bantuan
tribratanewsmanggarai.com_
Manggarai – Kepolisian Resor Manggarai melalui jajaran Pospol dan Bhabinkamtibmas terus memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi. Tidak hanya hadir di pusat-pusat pengungsian, personel Polri juga menembus wilayah pelosok untuk menjangkau masyarakat yang masih melakukan pengungsian secara mandiri dan belum tersentuh bantuan.
Upaya tersebut kembali dilakukan oleh Pospol Kecamatan Lelak bersama Bhabinkamtibmas pada Minggu, 20 September 2026. Dengan membawa sejumlah bantuan kebutuhan dasar, personel Polri mendatangi beberapa lokasi pengungsian mandiri yang tersebar di wilayah Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA tersebut dilaksanakan oleh Aipda Yosef N. Bonur, S.H. selaku Kapospol Kecamatan Lelak, bersama Aipda Andreas Korsini Ta selaku Bhabinkamtibmas Desa Bangka Lelak dan Brigpol Charles Darwin selaku Bhabinkamtibmas Desa Lentang.
Ketiga personel tersebut bergerak menyusuri sejumlah wilayah untuk memastikan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan dapat dijangkau. Sasaran bantuan tidak hanya berdasarkan jumlah kepala keluarga, tetapi juga mempertimbangkan kondisi warga, terutama kelompok masyarakat rentan dan mereka yang belum mendapatkan bantuan sejak bencana terjadi.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran adalah pengungsian mandiri di Kampung Kawong dan Kampung Wangkung, Desa Bangka Lelak, dengan sasaran dua kepala keluarga. Dari lokasi tersebut, personel kemudian melanjutkan pendistribusian bantuan menuju Kampung Balo dan Kampung Raong, Desa Ketang, yang dihuni oleh warga terdampak dengan sasaran empat kepala keluarga.
Perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Nggalong, Desa Ndiwar, dengan sasaran satu kepala keluarga. Selanjutnya, personel menyambangi warga yang berada di pengungsian mandiri Kampung Pering dan Kampung Gulang, Desa Nati, dengan sasaran sebanyak 12 kepala keluarga.
Kehadiran personel Polri secara langsung di lokasi-lokasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan tidak ada masyarakat terdampak bencana yang terlewatkan. Warga yang melakukan pengungsian secara mandiri terkadang berada jauh dari pusat posko utama, sehingga membutuhkan perhatian dan pemantauan secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan berasal dari Bapak Kapolda NTT, Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, Polda Bali, dan Polda Riau yang disalurkan melalui Polres Manggarai. Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan oleh Pospol Kecamatan Lelak kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi.
Adapun bantuan yang dibawa dan diserahkan kepada masyarakat terdiri dari 13 karung beras dengan berat masing-masing lima kilogram, 104 bungkus mie instan, 13 bungkus gula pasir masing-masing satu kilogram, 13 kaleng sarden, 26 bungkus susu kental manis, enam buah kasur, lima lembar selimut, serta 100 buah popok bayi.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lanjut usia, bayi, pasien stroke, serta warga yang masih mengungsi secara mandiri dan belum memperoleh bantuan.
Penyaluran bantuan secara langsung ke lokasi pengungsian menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat pascabencana. Personel tidak sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga hadir untuk melihat secara langsung kondisi warga, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memastikan situasi di lokasi pengungsian tetap aman dan kondusif.
Bagi masyarakat yang masih tinggal di pengungsian mandiri, kehadiran anggota Polri menjadi bentuk dukungan yang memberikan rasa diperhatikan. Setelah bencana gempa bumi yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sebagian masyarakat masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Manggarai untuk terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan melalui Bhabinkamtibmas yang berada di tengah masyarakat. Informasi mengenai warga yang belum memperoleh bantuan menjadi salah satu perhatian dalam menentukan sasaran pendistribusian bantuan.
Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tingkat desa dan kelurahan memiliki peran penting dalam mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Kedekatan dengan warga memungkinkan setiap perkembangan di wilayah dapat diketahui lebih cepat, termasuk keberadaan warga yang masih mengungsi secara mandiri di lokasi-lokasi yang jauh dari pusat pelayanan.
Semangat untuk menembus pelosok menjadi bagian dari komitmen Polres Manggarai dalam memberikan pelayanan yang merata kepada masyarakat. Jarak, medan, maupun kondisi wilayah tidak menjadi alasan untuk mengabaikan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa kehadiran Polri dalam penanganan bencana tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan dan penjagaan situasi, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kemanusiaan. Polisi hadir untuk membantu masyarakat melewati masa sulit, terutama mereka yang masih membutuhkan dukungan setelah mengalami dampak bencana.
Masyarakat penerima bantuan menyambut kedatangan personel Polri dengan penuh rasa syukur. Bantuan kebutuhan pokok yang diterima diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga selama masih berada di pengungsian.
Ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi bagian dari suasana kegiatan tersebut. Bagi warga, bantuan yang diberikan bukan hanya memiliki nilai dari sisi kebutuhan material, tetapi juga menjadi pesan bahwa pemerintah dan Polri tetap hadir memperhatikan kondisi mereka.
Polres Manggarai akan terus mendorong jajaran Bhabinkamtibmas dan personel di wilayah untuk aktif memantau kondisi masyarakat terdampak bencana. Setiap informasi mengenai warga yang membutuhkan bantuan akan menjadi perhatian untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Upaya menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pelosok juga merupakan bagian dari semangat pelayanan Polri yang tidak mengenal batas wilayah. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan dukungan moral bagi warga yang masih berada dalam situasi pascabencana.
Melalui kegiatan pendistribusian bantuan tersebut, Polres Manggarai kembali menunjukkan bahwa kepedulian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas kepolisian. Ketika sebagian warga masih berjuang untuk bangkit dari dampak bencana, personel Polri hadir untuk berjalan bersama masyarakat dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Menembus pelosok untuk membantu masyarakat yang belum tersentuh bantuan menjadi gambaran nyata pengabdian personel Polri di lapangan. Dari satu kampung ke kampung lainnya, dari satu lokasi pengungsian ke lokasi lainnya, personel terus berupaya memastikan bantuan dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
Kegiatan pendistribusian bantuan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Polres Manggarai bersama seluruh jajaran akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya masyarakat yang terdampak bencana, dengan mengedepankan semangat pelayanan, kepedulian, dan kemanusiaan.
Kehadiran Polri di pelosok bukan sekadar tentang datang membawa bantuan, tetapi juga tentang memastikan masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan tetap merasa diperhatikan dan tidak sendirian dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Polri hadir, menembus pelosok, menjangkau yang belum tersentuh, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Bhayangkara Binmas Presisi Polres Manggarai Polda NTT Bersinergi dan Memberikan Pelayanan Terbaik Sampai Pelosok Negeri.”(Alvzz)


