POLRES MANGGARAI PERBARUI DATA DAMPAK GEMPA, REKONSILIASI DATA DAN PENANGANAN KORBAN TERUS DIMAKSIMALKAN

POLRES MANGGARAI PERBARUI DATA DAMPAK GEMPA, REKONSILIASI DATA DAN PENANGANAN KORBAN TERUS DIMAKSIMALKAN
POLRES MANGGARAI PERBARUI DATA DAMPAK GEMPA, REKONSILIASI DATA DAN PENANGANAN KORBAN TERUS DIMAKSIMALKAN

tribratabewsmanggarai.com-

 

RUTENG — Kepolisian Resor (Polres) Manggarai terus memperbarui data dampak bencana gempa bumi sekaligus memaksimalkan penanganan terhadap masyarakat terdampak di wilayah Kabupaten Manggarai.

Hingga Selasa, 1 September 2026 pukul 12.00 WITA, Polres Manggarai kembali menyampaikan pembaruan data sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan tanggap darurat berlangsung secara transparan, akurat, terukur, dan tepat sasaran.

Polres Manggarai menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana tersebut. Seluruh jajaran Kepolisian turut mendoakan agar keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan, sementara masyarakat yang terdampak senantiasa diberikan perlindungan dan kemudahan dalam menghadapi situasi pascabencana.

51 ORANG MENINGGAL DUNIA, PENANGANAN MEDIS TERUS DILAKUKAN

Berdasarkan data yang telah dihimpun, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 51 orang. Dari data tersebut, penyebab kematian didominasi oleh korban tertimpa bangunan sebanyak 25 orang, syok akibat gempa susulan 7 orang, cedera 3 orang, masih dalam proses verifikasi medis 3 orang, serta komplikasi kondisi medis dasar dan penyakit bawaan lainnya sebanyak 13 orang.

Sementara itu, korban luka berat kategori merah tercatat sebanyak 58 orang. Sebanyak 57 orang telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah, sedangkan 1 orang masih menjalani perawatan intensif.

Untuk korban luka ringan kategori hijau, tercatat sebanyak 561 orang, dengan rincian 431 orang telah sembuh dan 130 orang masih menjalani rawat jalan.

Polres Manggarai bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para korban serta memastikan masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan medis mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.

23.529 FASILITAS TERDAMPAK

Dampak gempa juga mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas masyarakat dan fasilitas publik.

Berdasarkan data yang dihimpun, total terdapat 23.529 fasilitas yang mengalami kerusakan, dengan rincian:

• 22.756 unit rumah warga;
• 362 unit fasilitas pendidikan;
• 240 unit fasilitas kesehatan;
• 85 unit tempat ibadah;
• 64 unit fasilitas pemerintah;
• 13 unit fasilitas adat; dan
• 9 unit fasilitas umum.

Data tersebut terus diperbarui dan diverifikasi di lapangan guna memberikan gambaran kondisi terkini sekaligus menjadi bahan dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan pascabencana.

POLRES DAN BPBD REKONSILIASI DATA PENGUNGSIAN

Dalam rangka memastikan pendataan masyarakat terdampak serta distribusi bantuan berjalan lebih merata, Kasat Intelkam Polres Manggarai telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala BPBD Kabupaten Manggarai untuk menyandingkan dan merekonsiliasi data pengungsian.

Berdasarkan pendataan lapangan Polres Manggarai, tercatat 10 posko terpusat dengan jumlah 7.292 jiwa, serta 11.735 posko mandiri yang berada di depan rumah warga pada 12 kecamatan dengan jumlah 134.531 jiwa.

Sementara itu, berdasarkan data Posko BPBD Kabupaten Manggarai, tercatat 188 posko dengan jumlah 51.885 jiwa.

Perbedaan data tersebut menjadi bagian dari proses rekonsiliasi antarlembaga agar diperoleh data yang semakin valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala BPBD Kabupaten Manggarai juga mengapresiasi data riil hasil pendataan lapangan yang dilakukan Polres Manggarai. Data tersebut selanjutnya akan diajukan kepada Bupati Manggarai sebagai bahan evaluasi serta pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

TANGGAP DARURAT DIPERPANJANG HINGGA 14 SEPTEMBER 2026

Masa Status Tanggap Darurat Bencana di Kabupaten Manggarai resmi diperpanjang hingga 14 September 2026, berdasarkan SK Bupati Manggarai Nomor 323 Tahun 2026.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan, pelayanan masyarakat, evakuasi, distribusi bantuan, serta kegiatan kemanusiaan lainnya, sebanyak 274 personel gabungan dikerahkan.

Kekuatan tersebut terdiri dari 160 personel Polres Manggarai dan 114 personel BKO, yang berasal dari unsur Brimob Polda NTT, Korps Brimob Polri, Brimob Polda Jawa Timur, Ditpolair, Biddokkes, serta Satgas Deteksi.

Seluruh personel terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai unsur terkait untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa tanggap darurat.

POLRES MANGGARAI: DATA HARUS AKURAT, BANTUAN HARUS TEPAT SASARAN

Kapolres Manggarai  AKBP Levi Defriansyah S.I.K,S.H.M.Si melalui kasi humas  KOMPOL Gusti Putu Saba Nugraha  menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, relawan, tenaga medis, pemerintah daerah, serta seluruh instansi lintas sektor yang telah menunjukkan kepedulian dan bekerja bersama dalam penanganan bencana.

Kapolres Manggarai  melalui Kasi Humas menegaskan bahwa sinergi dan koordinasi seluruh pihak menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan masyarakat terdampak.

Polres Manggarai juga mengimbau masyarakat Kabupaten Manggarai untuk tetap tenang namun senantiasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, serta memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari kanal resmi pemerintah, BPBD, maupun Kepolisian.

Apabila terdapat kebutuhan darurat, kendala di posko pengungsian, maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan, warga diimbau segera menyampaikannya kepada petugas terdekat agar dapat ditindaklanjuti.

Polres Manggarai berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperbarui data secara berkala, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap langkah penanganan bencana dilakukan secara cepat, humanis, transparan, dan tepat sasaran. (SN)

#Polda NTT Penuh Kasih