WAKAPOLRES MANGGARAI HADIRI RAPAT EVALUASI DAN KOORDINASI TANGGAP DARURAT BENCANA GEMPA BUMI, PASTIKAN PENANGANAN BERJALAN LANCAR
tribratanewsmanggarai.com-
RUTENG, MANGGARAI — Wakapolres Manggarai Kompol Mei Charles Sitepu, S.H., menghadiri Rapat Evaluasi dan Koordinasi Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Manggarai yang berlangsung di Posko Bencana Kabupaten Manggarai, Jumat (25/9/2026) pukul 16.00 WITA.
Rapat tersebut dipimpin oleh Bupati Manggarai Heribertus G.L. Nabit, S.E., M.M., didampingi Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana, M.Si. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengevaluasi perkembangan penanganan bencana gempa bumi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, S.Pd., Kasdim 1612/Manggarai I Gusti Komang Surya Negara, Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Ruteng I Gusti Nurag Agung Tri Paramaswara Prawira, S.H., Hakim Humas Pengadilan Negeri Ruteng Rizal Chorudin, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Manggarai Thomas Takhir, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Manggarai.
Dalam rapat tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Manggarai memaparkan mekanisme verifikasi kerusakan rumah akibat gempa bumi. Proses verifikasi dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan BNPB, Kementerian PUPR dan peraturan terkait penanggulangan bencana.
Tahapan awal dilakukan melalui pendataan kerusakan rumah yang disampaikan masyarakat secara berjenjang. Data tersebut kemudian direkap oleh BPBD bersama dinas teknis sebagai data awal penanganan.
Pemerintah daerah juga membentuk tim verifikasi yang bertugas melakukan pemeriksaan lapangan menggunakan formulir penilaian, dokumentasi foto berbasis koordinat serta metode penilaian untuk menentukan tingkat kerusakan bangunan.
Hasil verifikasi selanjutnya menjalani pemeriksaan administrasi, meliputi penyandingan data kependudukan dan status pertanahan. Data tersebut kemudian divalidasi melalui uji publik bersama masyarakat. Apabila terdapat keberatan atau perbedaan data, akan dilakukan pengecekan dan verifikasi ulang.
Hasil akhir verifikasi akan ditetapkan melalui keputusan kepala daerah atau Surat Keputusan BNBA sebagai dasar penetapan calon penerima bantuan perbaikan maupun pembangunan kembali rumah.
Tingkat kerusakan rumah dikelompokkan berdasarkan hasil penilaian, yaitu rusak berat, rusak sedang, rusak ringan dengan persentase kerusakan 20 sampai 30 persen, serta rusak ringan dengan persentase kerusakan di bawah 20 persen.
Data hasil verifikasi dan validasi tersebut menjadi dasar pengajuan bantuan kepada BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB menyampaikan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari evaluasi situasi terkini bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai. Evaluasi mencakup pembahasan lokasi terdampak, pendataan korban jiwa, jumlah pengungsi serta rekapitulasi dukungan logistik dan peralatan dari Pos Duklognas Gudang Logistik dan Peralatan BNPB Jatiasih, Bekasi.
Dalam rapat juga dibahas distribusi bantuan logistik penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dari Pos Duklognas Perdanakusuma menuju Labuan Bajo. Bantuan tersebut terdiri atas kebutuhan permakanan dan nonpermakanan yang ditujukan untuk memperkuat penanganan darurat serta kelembagaan penanggulangan bencana di Kabupaten Manggarai.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB menekankan bahwa logistik dan peralatan merupakan elemen penting dalam penanggulangan bencana, bukan hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam keseluruhan proses penanganan bencana.
Kesiapan kebutuhan dasar, ketersediaan peralatan serta tata kelola yang efektif dan efisien menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat waktu, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.
Penanganan bencana juga memerlukan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, media massa, akademisi, TNI-Polri, dunia usaha dan masyarakat. Sinergi multipihak dinilai penting untuk mempercepat proses evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, pendataan, pemulihan serta penanganan masyarakat terdampak.
Selain itu, dibahas pula strategi kesiapsiagaan logistik dan peralatan melalui pendekatan klaster penanggulangan bencana. Klaster tersebut meliputi pencarian dan pertolongan, pemulihan, pendidikan, logistik, kesehatan, serta pengungsian dan perlindungan.
Sebelum menutup rapat, Bupati Manggarai menegaskan pentingnya kolaborasi dan kerja sama seluruh pihak dalam menangani dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai.
Bupati mengajak seluruh unsur terkait untuk memperkuat koordinasi, mempercepat pendataan dan memastikan setiap langkah penanganan dilakukan secara terarah, transparan serta berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Wakapolres Manggarai dalam rapat tersebut merupakan bentuk dukungan Polres Manggarai terhadap upaya pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana. Polres Manggarai berkomitmen untuk terus bersinergi bersama TNI, pemerintah daerah, BNPB, BPBD dan seluruh elemen masyarakat guna menjaga keamanan, membantu proses penanganan darurat serta memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak bencana.
Melalui Wakapolres Manggarai, Polres Manggarai menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penanganan bencana gempa bumi secara cepat, terpadu dan humanis. Polres Manggarai akan terus membantu pengamanan lokasi terdampak, mendukung proses evakuasi, memastikan kelancaran distribusi bantuan, mencegah gangguan keamanan serta memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Polres Manggarai juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta segera melaporkan setiap situasi darurat kepada aparat keamanan atau petugas penanggulangan bencana.
Dengan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, diharapkan penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai dapat berjalan lancar, tepat sasaran dan mampu mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.(SN)
#Polda NTT Penuh Kasih


