Bangkit Bersama Pascagempa, Polres Manggarai Berikan Trauma Healing kepada Anak Penyintas

Bangkit Bersama Pascagempa, Polres Manggarai Berikan Trauma Healing kepada Anak Penyintas
Bangkit Bersama Pascagempa, Polres Manggarai Berikan Trauma Healing kepada Anak Penyintas

tribratanewsmanggarai.com_

Ruteng, Sabtu, 29 Agustus 2026 — Dalam rangka mendukung proses pemulihan psikologis masyarakat pascabencana gempa bumi, Polres Manggarai melalui 15 personel konselor melaksanakan kegiatan trauma healing kepada anak-anak penyintas bencana alam gempa bumi di Posko Mandiri, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 11.00 WITA tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Turangga 2026, khususnya dalam memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Sebanyak kurang lebih 66 anak penyintas gempa bumi menjadi sasaran kegiatan trauma healing. Kehadiran para konselor Polres Manggarai di tengah-tengah anak-anak di posko pengungsian menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis para penyintas, khususnya anak-anak yang masih membutuhkan perhatian dan pendampingan setelah mengalami situasi bencana.

Dalam pelaksanaannya, para konselor Polres Manggarai mengajak anak-anak mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif yang dikemas secara menyenangkan dan interaktif. Anak-anak diajak bermain, berinteraksi, berkomunikasi serta melakukan berbagai aktivitas yang dapat membangun kembali keceriaan mereka.

Suasana di lokasi pun berubah menjadi lebih ceria. Anak-anak yang sebelumnya berada dalam situasi pengungsian terlihat antusias mengikuti kegiatan bersama para konselor. Tawa dan senyum anak-anak menjadi bagian dari suasana kegiatan yang berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan.

Kegiatan trauma healing ini tidak hanya bertujuan memberikan hiburan, tetapi juga menjadi salah satu upaya untuk membantu anak-anak mengelola rasa takut, cemas maupun tekanan emosional yang mungkin mereka rasakan setelah mengalami bencana gempa bumi.

Melalui pendekatan yang ramah anak, para konselor berusaha menciptakan suasana yang aman dan nyaman sehingga anak-anak dapat mengekspresikan diri secara lebih bebas. Interaksi positif tersebut diharapkan dapat membantu mengembalikan rasa percaya diri serta semangat anak-anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari selama berada di lokasi pengungsian.

Polres Manggarai menyadari bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik seperti makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan, tetapi juga menyangkut kondisi psikologis para penyintas.

Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena pengalaman menghadapi bencana dapat memberikan dampak emosional yang berbeda pada setiap anak. Oleh karena itu, pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

Melalui kehadiran para konselor, Polres Manggarai berupaya memberikan ruang bagi anak-anak untuk kembali merasakan suasana bermain dan belajar yang menyenangkan di tengah kondisi yang masih penuh keterbatasan.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan antara Polri dengan masyarakat. Kehadiran polisi tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga melalui kepedulian, perhatian dan pendampingan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Para konselor Polres Manggarai terus memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat, tidak takut dan tetap memiliki harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal setelah bencana.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, ceria, interaktif dan penuh kebersamaan. Anak-anak terlihat menikmati setiap aktivitas yang diberikan hingga kegiatan berakhir.

Sebagai bentuk perhatian sekaligus menambah kebahagiaan anak-anak, kegiatan trauma healing kemudian diakhiri dengan pemberian snack atau makanan ringan kepada seluruh anak yang mengikuti kegiatan.

Pemberian makanan ringan tersebut disambut dengan antusias oleh anak-anak. Momen sederhana tersebut menjadi penutup yang penuh kehangatan, sekaligus menunjukkan bahwa perhatian kecil dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yang sedang berada dalam situasi pascabencana.

Melalui kegiatan trauma healing ini, Polres Manggarai kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi para penyintas yang membutuhkan dukungan setelah bencana alam.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak psikologis akibat bencana, menumbuhkan kembali rasa percaya diri, serta mengembalikan keceriaan dan semangat anak-anak penyintas gempa bumi.

Polres Manggarai akan terus berupaya memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat sebagai bagian dari tugas kemanusiaan dan pengabdian Polri.

Di tengah proses pemulihan pascabencana, Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan semangat, kepedulian dan harapan kepada masyarakat.

Polres Manggarai hadir bersama masyarakat, mendampingi para penyintas, dan bersama-sama membangun kembali semangat untuk bangkit dari bencana.(Alvzz)