BHABINKAMTIBMAS POLRES MANGGARAI GERAK CEPAT TANGANI LONGSOR DI KELURAHAN TENDA, WARGA DIMINTA TINGKATKAN KEWASPADAAN

BHABINKAMTIBMAS POLRES MANGGARAI GERAK CEPAT TANGANI LONGSOR DI KELURAHAN TENDA, WARGA DIMINTA TINGKATKAN KEWASPADAAN
BHABINKAMTIBMAS POLRES MANGGARAI GERAK CEPAT TANGANI LONGSOR DI KELURAHAN TENDA, WARGA DIMINTA TINGKATKAN KEWASPADAAN

tribratanewsmanggarai.com_

 

Manggarai – Respons cepat kembali ditunjukkan oleh jajaran Bhabinkamtibmas Polres Manggarai dalam menangani laporan masyarakat. Kali ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Poco Mal, Kecamatan Langke Rembong, Aipda Almodad Ano, S.H, turun langsung ke lokasi bencana alam tanah longsor yang terjadi di wilayah Kelurahan Tenda pada Minggu (26/04/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Peristiwa longsor tersebut pertama kali dilaporkan oleh Ketua RT 07, Bapak Marianus Lagu, yang menginformasikan bahwa telah terjadi longsor di rumah milik salah satu warga, yakni Bapak Lorensius Jenudin. Mendapatkan laporan tersebut, Bhabinkamtibmas tanpa menunggu lama langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pengecekan sekaligus memastikan kondisi warga terdampak dalam keadaan aman.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati kondisi yang cukup memprihatinkan. Longsoran tanah dengan perkiraan panjang sekitar 20 meter dan lebar 15 meter telah merobohkan tembok penahan tanah yang berada di sekitar rumah korban. Akibat kejadian tersebut, bagian dinding rumah mengalami retak cukup serius, yang berpotensi membahayakan penghuni apabila tidak segera ditangani.

Selain merusak struktur bangunan, material longsor juga menimbun satu unit sepeda motor milik korban hingga mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, salah satu tiang penyangga rumah dilaporkan patah akibat tekanan material longsor, sehingga memperparah kondisi bangunan. Air hujan yang bercampur dengan material tanah juga masuk ke dalam rumah dan menyebabkan genangan di bagian dalam, membuat kondisi rumah semakin tidak layak huni untuk sementara waktu.

Dari hasil pemantauan lebih lanjut, diketahui bahwa ancaman belum sepenuhnya berakhir. Di sekitar lokasi masih terdapat sisa tembok penahan sepanjang kurang lebih 10 meter yang kondisinya sudah menggantung dan sangat berisiko mengalami longsor susulan. Kondisi ini diperparah dengan struktur tanah yang labil serta potensi hujan yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu.

Melihat situasi tersebut, Aipda Almodad Ano, S.H dengan sigap memberikan imbauan kepada pemilik rumah dan warga sekitar agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan. Ia menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan jiwa dibandingkan harta benda.

“Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, kami sarankan untuk sementara waktu mengosongkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman. Jangan mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Selain memberikan imbauan secara langsung, Bhabinkamtibmas juga aktif berkoordinasi dengan Lurah setempat guna mengambil langkah cepat dalam penanganan bencana tersebut. Koordinasi kemudian dilanjutkan dengan pihak Kecamatan Langke Rembong serta instansi terkait, khususnya yang menangani penanggulangan bencana alam, agar segera dilakukan tindakan lanjutan seperti peninjauan teknis, pengamanan lokasi, hingga kemungkinan relokasi sementara bagi warga terdampak.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat dalam situasi seperti ini mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka merasa terbantu dengan adanya respons cepat serta perhatian yang diberikan, baik dalam bentuk pengecekan langsung maupun imbauan yang bertujuan menjaga keselamatan bersama.

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor. Perubahan cuaca yang tidak menentu serta kondisi tanah yang labil menjadi faktor utama yang dapat memicu terjadinya bencana serupa.

Selama kegiatan pengecekan berlangsung, situasi di lokasi terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan akibat kerusakan pada rumah dan kendaraan milik warga.

Hingga saat ini, aparat bersama pemerintah setempat masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan. Diharapkan dengan adanya sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, khususnya dalam situasi darurat seperti bencana alam. Polres Manggarai juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.(Alvzz)