PASTIKAN KESIAPAN FISIK 36 PERSONIL POLRES MANGGARAI POLDA NTT, IKUTI UJIAN BELADIRI POLRI DALAM RANGKA UKP PERIODE 1 JULI 2026 .

PASTIKAN KESIAPAN  FISIK  36 PERSONIL  POLRES MANGGARAI POLDA NTT, IKUTI UJIAN BELADIRI POLRI DALAM RANGKA UKP PERIODE 1 JULI 2026 .
PASTIKAN KESIAPAN  FISIK  36 PERSONIL  POLRES MANGGARAI POLDA NTT, IKUTI UJIAN BELADIRI POLRI DALAM RANGKA UKP PERIODE 1 JULI 2026 .
PASTIKAN KESIAPAN  FISIK  36 PERSONIL  POLRES MANGGARAI POLDA NTT, IKUTI UJIAN BELADIRI POLRI DALAM RANGKA UKP PERIODE 1 JULI 2026 .

tribratanewsmanggarai.com-

 

Manggarai – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Usulan Kenaikan Pangkat (UKP) periode 1 Juli 2026, Polres Manggarai omelaksanakan kegiatan Ujian Beladiri Polri yang berlangsung pada Jumat (1/5/2026) pukul 17.00 Wita, bertempat di Aula Lantai II Polres Manggarai.

Kegiatan ini menghadirkan tim penguji yang terdiri dari AKBP Tri Joko Biyantoro, S.Sos selaku Ketua Tim, didampingi IPTU Dodiet Hardianto, S.H., BRIPKA Perdana E. Pasutan, serta BRIPDA Daniel Eliza Grassa sebagai anggota tim penguji.

Sebanyak 36 personel Polres Manggarai mengikuti ujian dengan kehadiran lengkap, bersama tambahan 10 personel dari Kompi 2 Yon B Pelopor Satbrimobda NTT yang turut hadir. Adapun rincian peserta UKP terdiri dari 13 personel Aipda ke Aiptu, 23 personel Bripka ke Aipda, 2 personel Brigpol ke Bripka, 7 personel Bripda ke Briptu, serta 1 personel Bharada ke Bharatu.

Pelaksanaan ujian beladiri ini turut didampingi oleh Wakapolres Manggarai Kompol Mei Charles Sitepu, S.H. bersama Kabag SDM Polres Manggarai AKP Orlando Dos Reis Alves. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diuji berbagai materi kemampuan beladiri Polri yang meliputi teknik dasar, teknik tanpa alat, hingga teknik menggunakan alat.

Untuk teknik dasar, peserta diuji kemampuan jatuh ke berbagai arah, rol depan, pukulan, tangkisan, tendangan, serta teknik dasar membawa tahanan. Sementara pada teknik tanpa alat, peserta memperagakan berbagai cara membela diri dari serangan seperti melepaskan pegangan, cekikan, sekapan, hingga menghindari serangan menggunakan senjata seperti tongkat, pisau, pistol, dan cerulit.

Selain itu, peserta juga diuji kemampuan beladiri menggunakan alat, seperti penggunaan tongkat untuk menghadapi serangan senjata tajam, borgol untuk mengantisipasi pukulan, hingga kopelrim sebagai alat pertahanan diri dalam situasi tertentu.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dan kesiapan fisik serta keterampilan beladiri personel sebagai salah satu syarat dalam proses kenaikan pangkat, sekaligus meningkatkan profesionalisme anggota Polri dalam menjalankan tugas di lapangan.

Selain wujud peningkatan  profesionalisme dalam tugas, ujian bela diri  juga bertujuan memastikan bahwa personil yang mengikuti ujian  bela diri polri memiliki kebugaran serta kesehatan secara. Jasmani dan rohani   Yang diharapkan dapat mendukung  Keberhasilan  dalam pelaksanaan tugas  kepolisian.

Seluruh rangkaian kegiatan ujian beladiri berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. (SN)